DetikNews
Jumat 20 April 2018, 21:04 WIB

Poros Ketiga Pilpres Layu Sebelum Berkembang?

Ferdinan - detikNews
Poros Ketiga Pilpres Layu Sebelum Berkembang? Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta -

Poros ketiga di Pilpres 2019 kini mengempis. Sejumlah elite parpol meragukan poros ini bisa terbentuk, tapi Demokrat masih mengupayakannya.

"Poros ketiga layu sebelum berkembang," ujar pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris saat dihubungi, Jumat (20/4/2018).

Secara teoritis, poros ketiga masih dimungkinkan. Hitung-hitungannya membagi dua poros yang sudah muncul yakni koalisi pendukung Joko Widodo, pengusung Prabowo Subianto dan sisa parpol yang belum bersikap.

"Masih ada 3 parpol, PAN, PKB dan Demokrat. Itu cukup," sebutnya.


Jokowi saat ini sudah didukung maju lagi jadi capres 2019 oleh PDIP, Golkar, Hanura, PPP dan NasDem. Sedangkan Prabowo Subianto masih punya peluang mendapat dukungan tambahan dari PKS selain pengusung utamanya, Gerindra.

"Tidak mudah (koalisi) PKB dan PAN. Kalau Demokrat, dua-duanya, nggak ada masalah. Tapi kalau PKB sama PAN mungkin sulit untuk saling mengalah, siapa yang jadi cawapres, siapa yang jadi capres," sambung Syamsuddin.

Koalisi pengusung calon harus mengantongi tiket yakni jumlah kursi di DPR. Jokowi yang didukung PDIP, NasDem, Golkar, PPP dan Hanura punya 291 kursi atau 52 persen kursi di DPR.



Sedangkan dukungan untuk Prabowo bisa mencapai 113 kursi bila PKS berkoalisi. Total mereka punya 20,1% kursi di DPR.

Sementara poros ketiga yang mungkin bisa dibentuk Demokrat, PAN dan PKB total kursi di DPR mencapai 156 kursi atau 27,9 persen.

Sejumlah tokoh politik menilai poros ketiga sudah hampir pasti tidak terbentuk. Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memprediksi Jokowi akan head to head dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Jadi saya kira head to head. Tidak akan pernah ada poros ketiga. No way! Poros ketiga itu hanya untuk membuat ramai saja, pasti head to head. Menurut saya, akhirnya Pak Jokowi menghadapi Pak Prabowo rematch," kata Amien di JCC.

Sementara itu, Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menilai peluang terbentuknya poros ketiga pada Pilpres 2019 makin tipis. Apalagi dukungan terhadap koalisi pendukung Joko Widodo diprediksi akan bertambah.

"(Koalisi) itu makin kecil kemungkinannya terjadi. Tapi dengan konstelasi dari partai-partai yang ada ini, kelihatannya untuk memunculkan poros ketiga itu sangat kecil kemungkinan. Jadi ya tetap adalah poros yang dipimpin Gerindra dan poros yang dipimpin PDIP," kata Yusril, Senin (16/4).

Sedangkan Ketum PAN, Zulkifli Hasan, menyebut butuh keajaiban untuk merealisasikan poros ketiga. Karenanya, PAN mencoba mencari alternatif soal koalisi di Pilpres.

"Kalau poros ketiga, poros kesatu itu kalau ada keajaiban," ujar Zulkifli.

Penilaian yang sama dikemukakan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Menurutnya secara hitung-hitungan politik, poros ketiga sulit terbentuk

"Secara matematis hanya ada dua poros. Karena kalau Presidential Threshold itu 20 persen. Jadi 62 tambah 20 kan 82. Yang satu kekurangan," ujar Airlangga, Kamis (15/3).

Lembaga survei PolcoMM Institute pernah merilis hasil survei elektabilitas capres dan cawapres poros ketiga di Pilpres 2019. Survei ini digelar pada 18 Maret - 21 Maret 2018.

Direktur Eksekutif PolcoMM Institute Heri Budianto mengatakan, responden menjawab poros ketiga akan terbentuk sebesar 30,45% dan tidak yakin terbentuk sebesar 20,19%. Sedangkan yang tidak menjawab 49,39%.

Poros ketiga disebut bisa menjadi alternatif untuk poros Jokowi dan Prabowo. Responden memilih untuk hanya dua pasangan calon sebesar 41,15%.

"Sementara itu 37,48 persen menjawab sebaiknya tiga pasangan calon dan 13,50 persen menjawab tidak tahu. Sedangkan satu pasang melawan kotak kosong sebanyak 7,78 persen," kata Heri, Minggu (25/3).




Tapi poros ketiga masih diupayakan Demokrat. Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono segera melakukan pertemuan dengan Presiden PKS Sohibul Iman.

"Memang akan ada pertemuan. Itu bentuknya komunikasi, komunikasi semua partai kan harus kita komunikasikan dengan baik," ujar Waketum PD Syarief Hasan

Sedangkan Sohibul mengamini rencana pertemuan tersebut yang kemungkinan membahas poros ketiga Pilpres.

"Bicara ngomogoin tentu masalah bangsa, di antaranya tentu adalah bicara tentang Pilpres. Nah di situ memang disampaikan Pak Syarief Hasan, 'kami ingin berdiskusi meneropong kemungkinan munculnya poros ketiga'," ujar Sohibul kepada wartawan mengutip perkataan Syarief Hasan.


(fdn/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed