DetikNews
Selasa 17 April 2018, 11:19 WIB

Pegawai TransJ Temui Sandi Minta Diangkat Jadi Karyawan Tetap

Mochamad Zhacky - detikNews
Pegawai TransJ Temui Sandi Minta Diangkat Jadi Karyawan Tetap Foto: Pegawat TransJakarta berdatangan ke Balai Kota. (Zhacky-detikcom)
Jakarta - Sejumlah pegawai PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mendatangi Balai Kota DKI untuk bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Mereka ingin bicara soal aksi mogok kerja hingga ingin diangkat jadi karyawan tetap.

Para pegawai TransJakarta mulai berdatangan ke Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 09.50 WIB, Selasa (17/4). Setidaknya ada 10 orang pekerja yang mengaku berasal dari Serikat Pekerja Dirgantara dan Transportasi (SPDT) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT TransJakarta.


Perwakilan dari serikat pekerja TransJakarta, Eldiral mengatakan pihaknya memang merencanakan aksi mogok kerja Rabu (18/4) besok. Rencana itu sudah mereka beritahukan kepada Sandiaga beberapa waktu lalu.

Ternyata, pemberitahuan itu direspons Sandiaga dengan mengundang serikat pekerja TransJakarta ke Balai Kota hari ini. Menurut Eldiral, Sandiaga ingin tahu alasan apa yang menggerakkan mereka melakukan aksi mogok kerja.


Eldiral menuturkan aksi mogok kerja digelar karena manajemen TransJakarta dianggap telah melanggar perjanjian mengenai pengangkatan pegawai berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menjadi karyawan tetap.

"Perjanjian antara serikat pekerja dengan manajemen TransJakarta ter tanggal 3 Oktober 2017 bahwa 1.847 orang itu harus diangkat menjadi karyawan tetap meskipun kontraknya berakhir," kata Eldiral kepada wartawan.

Eldiral menuturkan sejak perjanjian disepakati pengangkatan urung dilakukan. Malah, terdapat puluhan karyawan PKWT TransJakarta yang di-PHK.

"Yang di-PHK kurang lebih 80 orang. Itu bagian dari 1.847 PMWT tadi," jelas Eldiral.

Pertemuan antara serikat pekerja TransJakarta dengan Sandiaga diagendakan pukul 10.30 WIB. Menurut Eldiral, ada empat hal yang akan mereka bahas. Selain pengangkatan karyawan, pihaknya juga akan mengadu mengenai pemberian bonus tahunan atas tercapainya target perusahaan.

"Lalu pengangkatan 1.847 pekerja PKWT. Terakhir dugaan pelanggaran terhadap Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 100 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan PKWT," lanjut dia.


(zak/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed