DetikNews
Selasa 17 April 2018, 07:59 WIB

Ini Langkah BIN Cegah Konten Hoax di Pilkada dan Pilpres

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Ini Langkah BIN Cegah Konten Hoax di Pilkada dan Pilpres Direktur Perencanaan Pengendalian Kegiatan dan/atau Operasi Deputi Komunikasi dan Informasi BIN, Antonius Hudidaya Bhakti (Foto: Muhammad Taufiqqurrahman/detikcom)
Jakarta - Penyebaran konten hoax masih menjadi kekhawatiran banyak kalangan jelang pelaksanaan pilkada dan Pilpres 2019. Badan Intelijen Negara (BIN) akan meminimalisir penyebaran konten hoax di masyarakat.

"Jika yang diambil adalah domain perang siber melawan produsen hoax, maka bentuk intelijennya adalah mulai dari mengetahui dan memetakan kemampuan SDM para produsen dan penyebar hoax sampai dengan pemetaan peralatan yang mereka gunakan," kata Direktur Perencanaan Pengendalian Kegiatan dan/atau Operasi Deputi Komunikasi dan Informasi BIN, Antonius Hudidaya Bhakti saat berbincang dengan detikcom, Senin (16/4/2018).

Oleh karenanya, BIN akan melakukan kontra propaganda, seperti mengedukasi publik saat menghadapi berita bohong. BIN juga akan membangun opini positif publik.

[Gambas:Video 20detik]



Selain itu, dalam menangani hoax BIN akan mendorong terciptanya regulasi hukum yang terintegritas dan memperbaharui teknologi intelijen seperti pengamanan jaringan.

BIN juga akan memperkuat kualitas personelnya dan melakukan kontra opini dengan cepat dan tepat apabila muncul isu hoax yang merugikan publik melalui diseminasi konten positif maupun penggalangan pemuka opini.

BIN juga akan meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap konten yang beredar di sosial media.


"Dapat dengan cara mendukung gerakan anti-hoax dan gerakan lain yang dapat menggugah kekritisan masyarakat dalam menyaring info yang didapat dari dunia maya," kata Antonius.

BIN akan membangun intelijen yang tangguh dan profesional, maka dari itu BIN memerlukan informasi yang banyak dari berbagai sumber, termasuk dari masyarakat. BIN memberikan peluang kepada masyarakat untuk memberikan informasi dan berpartisipasi bagi keamanan negara.

"Dari sinilah muncul hubungan simbiosis mutualisme antara masyarakat intelijen di Indonesia dengan BIN yang dapat memunculkan kesadaran masyarakat bahwa pembentukan masyarakat intelijen yang tangguh, ditujukan untuk kemajuan negaranya bukan untuk negara lain," tutup Antonius.
(fiq/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed