DetikNews
Jumat 13 April 2018, 16:21 WIB

Jaksa KPK: Interogasi FBI Didapat atas Perintah Pengadilan

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jaksa KPK: Interogasi FBI Didapat atas Perintah Pengadilan Setya Novanto ketika menjalani sidang dengan pembacaan pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Pleidoi Novanto
Jakarta - Pengacara Setya Novanto mempermasalahkan interogasi FBI dengan Johannes Marliem yang digunakan jaksa KPK. Namun hasil rekaman interogasi itu, disebut KPK, didapatkan dengan cara yang sah secara hukum.

"Terkait dengan bukti yang diperoleh dari FBI bahwa di persidangan telah kami sampaikan di hadapan hakim dan ditunjukkan di persidangan bahwa seluruh bukti yang diperoleh KPK dari kerja sama internasional dari biro investigasi Amerika," kata jaksa KPK Hariawan Agusti Triartono saat memberikan tanggapan atas pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018).


Jaksa menyebut rekaman ataupun hasil interogasi Marliem diberikan FBI atas perintah Pengadilan Distrik California, Los Angeles, Amerika Serikat. Hari memastikan seluruh alat bukti yang diberikan sudah diuji secara hukum.

"Ada perintah pengadilan dari Distrik California di Los Angeles atas permintaan KPK secara resmi dan seluruh tindakan untuk mendapatkan bukti-bukti, termasuk di dalamnya bukti elektronik, adalah hasil dari proses forensik yang menjadi perintah pengadilan Amerika kepada penyelidik Biro Federal Amerika," ucap Hariawan.

Selain itu, jaksa KPK lainnya, Abdul Basir, menanggapi pleidoi yang dibacakan Novanto ataupun pengacaranya. Menurut Basir, pleidoi itu haruslah ditolak.

"Poin terdakwa mengenai aliran uang USD 2 juta, tidak hanya mengandalkan keterangan saksi, tapi sebenarnya dibuktikan bahwa saham itu fiktif, karena dari rekening itu tidak ada pembelian saham itu," ucap Basir.


"Kami menyatakan tetap menolak pembelaan baik terdakwa dan penasihat hukum dan kami tetap pada tuntutan yang dibacakan," imbuh Basir.

Kemudian, pengacara Novanto, Maqdir Ismail, masih mempermasalahkan tentang Marliem berdasarkan keterangan pers Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman. Namun jaksa KPK tetap pada tuntutannya.

"Yang berkenaan dengan Aris Budiman, mengatakan pemeriksaan terhadap Marliem tidak pernah dilakukan KPK. Jadi kalau benar bahwa ada pemeriksaan FBI, sependek pengetahuan kami, di Amerika Serikat, setiap keterangan saksi atau tersangka harus diuji kebenarannya di pengadilan Amerika. Kalau tidak diuji tidak akan pernah dipertimbangkan pengadilan," ujar Maqdir.
(ams/dhn)
FOKUS BERITA: Pleidoi Novanto
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed