IABI Ingin Publikasi Riset Kebencanaan Tak Membuat Gaduh

Aryo Bhawono - detikNews
Kamis, 12 Apr 2018 17:35 WIB
Ilustrasi gempa/Foto: Zainal Abidin
Jakarta - Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) meminta publikasi kajian ilmiah atas penelitian bidang kebencanaan tak membuat khawatir masyarakat. Mereka menerima masukan dari berbagai elemen pemerintah, media, maupun penegak hukum.

Sekjen IABI, Lilik Kurniawan, mengungkapkan masukan dari segala pihak ini disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Hotel Nam, Kemayoran, Jakarta pada Rabu (12/4/2018). Menurutnya masukan ini sangat penting agar publikasi kajian ilmiah justru tak membuat masyarakat khawatir.

"Intinya masukan-masukan yang diberikan untuk membangun science dengan baik. Semua pihak yang hadir memberikan masukan postitif," ujarnya ketika dihubungi pada Kamis (12/4/2018).

Beberapa pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain para ahli kebencanaan, Polda Banten, Majelis Ulama (MUI) Banten, dan media. Mereka memberikan berbagai masukan positif atas permintaan IABI ini.



"Dari IABI sendiri ingin pertemuan ini sebagai jalan keluar agar informasi tetap tersampaikan dengan baik tanpa membuat resah," ungkapnya.

Lilik mengaku perlu pemahaman yang cukup untuk menyampaikan hasil penelitian. Pertemuan tersebut mencari solusi bagaimana menyusun informasi dari sebuah penelitian. Informasi ini biasanya sangat detail dan penting.

Tetapi publikasi penelitian merupakan hal yang penting dan tidak boleh salah sehingga justru membuat gaduh.

"Kami menginginkan untuk mempublikasikan hal seperti itu harus lebih hati-hati supaya tidak gaduh," jelasnya.

Lilik mengaku lembaganya tengah merumuskan hasil masukan tersebut sehingga bisa disosialisasikan. (ayo/fjp)