Lirik Gatot, PAN Masih Jajak Poros Ketiga Pilpres

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 11 Apr 2018 12:31 WIB
Waketum PAN Mulfachri Harahap (tengah) (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Gatot Nurmantyo dilirik PAN untuk didukung di Pilpres 2019. Nama Gatot muncul dari hasil pantauan PAN jelang Rapat Kerja Nasional.

"Kan sejauh ini ada tiga nama yang muncul ke permukaan. Di luar Pak Jokowi dan Pak Prabowo ada juga Pak Gatot. Dan politik, saya kira sangat dinamis," kata Ketua DPP PAN Mulfachri Harahap di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2018).


PAN yang punya warna khas biru ini dinyatakannya belum pasti mendukung Jokowi, meski ada isu partai biru merapat ke Jokowi. Keputusan soal Pilpres 2019 akan diambil pada Rakernas.

"Insyaallah akan kita lakukan dalam waktu dekat. Mudah-mudahan di forum itu akan kita putuskan siapa yang akan kita dukung untuk maju Pilpres 2019," kata dia.

Dengan dibukanya peluang untuk Gatot, maka peluang poros ketiga di luar Jokowi atau Prabowo terbuka. Terlebih lagi, keputusan politij Pilpres biasanya juga ditentuka pada 'menit-menit akhir'. Maka hingga kini, terbentuknya poros ketiga di Pilpres 2019 terbuka lebar.


"Dalam politik, anything is possible," ujarnya.

Dia menyindir, ada satu partai yang ketua umumnya sudah menyatakan ingin menjadi calon wakil presiden salah satu kandidat capres. Namun dari pihak capres sendiri masih belum memberikan keputusan. Bila ketum partai itu ditolak, bisa jadi partai itu masuk poros ketiga.


"Kalau ada partai yang mendorong cawapres dan sedikit memaksa, nah terus enggak (terealisasi), bagaimana dong? Saya bilang anything is possible," kata Mulfachri.

Soal Gatot, disebut Mulfachri, bisa dimungkinkan menjadi capres ataupun cawapres. Sebelumnya, Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN menyatakan sudah didukung untuk menjadi capres. Dukungan itu muncul lewat keputusan Rakernas PAN tahun lalu.


"Sudah saya dukungan untuk Zulkifli Hasan sebagai capres. Tahun lalu keputusan Rakernas PAN. Keputusan tahun lalu bukan kemarin, Zulkifli Hasan sebagai capres PAN," kata Zulkifli di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4) kemarin.




(dnu/dkp)