Kutuk Serangan di Suriah, Pimpinan DPR: PBB Harus Ambil Langkah

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 09 Apr 2018 21:44 WIB
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Foto: dok. Istimewa)
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengutuk keras serangan senjata kimia terhadap warga sipil yang terjadi di Distrik Douma, Ghouta Timur, Suriah. Dia meminta PBB dan OKI mengambil langkah atas peristiwa ini.

"Tentu serangan terhadap warga sipil yang tak berdaya itu tak bisa dibenarkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam harus mengambil langkah tegas terhadap hal ini. Jangan sampai korban dari masyarakat sipil terus berjatuhan," kata Taufik kepada wartawan, Senin (9/4/2018).

Waketum PAN ini pun berharap konflik di Suriah segera berakhir. Taufik juga meminta pihak-pihak yang menggunakan serangan kimia untuk bertanggung jawab.


"Komunitas internasional harus meningkatkan langkah-langkah untuk melindungi warga sipil Suriah," tegasnya.

Seperti diketahui, serangan yang diduga dilakukan rezim Presiden Bashar al-Assad tersebut menewaskan lebih dari 70 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Serangan tersebut terjadi pada Sabtu (7/4) di Douma, Ghouta Timur, Suriah.

Uni Eropa menyatakan bukti-bukti di Douma menunjukkan bahwa rezim Assad bertanggung jawab atas serangan kimia di daerah kantong pemberontak tersebut. OKI pun juga sudah mengutuk serangan tersebut.

"Saya mengutuk serangan-serangan Bashar al-Assad terhadap warga sipil yang tak berdaya," tegas Sekjen OKI Yousef bin Ahmed al-Othaimeen, seperti dilansir media Turki, Anadolu Agency, Senin (9/4).


Pemerintah Suriah telah membantah tuduhan yang dilontarkan kepada mereka.

Organisasi White Helmets mengatakan gas klorin beracun telah digunakan pada Sabtu (7/4) malam waktu setempat. Dalam pernyataan bersama dengan Syrian American Medical Society, White Helmets menyatakan lebih dari 500 orang dibawa ke pusat-pusat medis 'dengan gejala-gejala yang mengindikasikan paparan zat kimia'.

Prancis pun merespons dengan meminta sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin (9/4) ini. Sebelumnya, Prancis berulang kali mengatakan bukti penggunaan senjata kimia di Suriah bisa memicu aksi militer segera. (elz/van)