DetikNews
Senin 09 April 2018, 21:29 WIB

Dirdik Aris Akan Diperiksa Lagi, Bagaimana Hasil PI KPK yang Dulu?

Haris Fadhil - detikNews
Dirdik Aris Akan Diperiksa Lagi, Bagaimana Hasil PI KPK yang Dulu? Dirdik KPK saat datang ke Pansus Angket/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Pimpinan KPK disebut sudah mengambil keputusan atas dugaan pelanggaran Direktur Penyidikan Brigjen Aris Budiman ke Pansus Hak Angket. Hasil pemeriksaan akan diungkapkan dalam waktu dekat.

"Untuk proses pemeriksaan sebelumnya terkait kehadiran di panitia angket beberapa bulan yang lalu, pimpinan sudah mengambil keputusan dugaan pelanggaran yang dilakukan tapi nanti akan disampaikan hasilnya secara lengkap pada publik oleh pimpinan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018).



Febri menyatakan ada proses administratif sebelum hasil pemeriksaan Aris diumumkan ke publik. Dia tidak menjelaskan sanksi yang bakal diberikan ke Aris.

"Tadi sudah ada informasi dari pimpinan. Bahwa keputusan sudah diambil. Tapi tentu ada proses-proses administratif yang masih harus dilakukan sehingga nanti disampaikan kepada publik tentu," ucap Febri.



"Pelanggarannya di tingkat apa, nanti akan kita sampaikan lebih lanjut. Kita perlu ingat ada dua peristiwa yang terjadi saat itu. Yang pertama terkait dengan pengiriman email. Yang kedua terkait dengan kehadiran di pansus angket," sambungnya.

Sebelum melontarkan istilah 'kuda troya', Aris dulu juga pernah menyerang oknum di lembaganya. Hal itu terkait e-mail Novel Baswedan.

E-mail penyidik senior Novel Baswedan yang dikirim ke pimpinan KPK dan Wadah Pegawai (WP) KPK dianggap Aris Budiman mencemarkan nama baiknya. Aris pun melaporkan Novel ke polisi.

Namun, Aris menyebut Novel pernah meminta maaf padanya. E-mail itu sendiri dikirimkan Novel pada Februari 2017 sebelum peristiwa teror penyiraman air keras yang menimpanya pada 11 April 2017.

Soal e-mail Novel ini juga diungkap Aris saat menghadiri rapat Pansus Angket KPK di DPR pada 29 Agustus 2017. Aris mengaku tersinggung oleh isi e-mail Novel yang keberatan atas mekanisme pengangkatan penyidik dari Polri. Novel menganggap mekanisme itu tidak sesuai dengan aturan internal KPK.

Selain soal ini, KPK juga akan memeriksa Aris terkait pernyataan mengenai 'kuda troya'. Pemeriksaan dilakukan terkait pernyataan Aris soal masalah internal KPK.

"Tadi kami di KPK sudah melakukan proses pembahasan dan rapat bersama pimpinan terkait penyataan Direktur Penyidikan KPK yang disampaikan pada media hari Jumat yang lalu. Sudah diputuskan akan dilakukan pemeriksaan internal oleh direktorat PI (Pengawasan Internal)," kata Febri.

Pemeriksaan akan dilakukan untuk mengklarifikasi sejumlah hal terkait pernyataan Aris. Nantinya, hasil pemeriksaan akan diumumkan kepada publik.




(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed