DetikNews
Senin 09 April 2018, 12:18 WIB

Dari Bui, PNS Tajir Pemilik 19 Mobil Sebut Sejumlah Hakim Terlibat

Andi Saputra - detikNews
Dari Bui, PNS Tajir Pemilik 19 Mobil Sebut Sejumlah Hakim Terlibat Rohadi buka-bukaan lewat e-book (ist.)
Jakarta - PNS tajir pemilik 19 mobil, Rohadi mendekam di LP Sukamiskin. Mantan panitera pengganti (PP) Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) itu tak mau mendekam sendirian. Ia menyebut sejumlah hakim terlibat di balik dagang putusan Saiful Jamil.

Hal itu diuraikan dengan gamblang oleh Rohadi lewat e-book yang dibuatnya dengan judul 'Menguat Praktek Mafia Hukum di Balik Vonis (Kasus Pedangdut Saipul Jami). Catatan Kecil Rohadi dari LP Sukamiskin'.
Dari Bui, PNS Tajir Pemilik 19 Mobil Sebut Sejumlah Hakim TerlibatRohadi (agung/detikcom)

"Cerita tentang adanya praktek mafia hukum di pengadilan di Indonesia adalah bukan hal baru. Namun seperti apa bentuknya, bagaimana modus detailnya, belum pernah ada catatan tertulis yang menceritakannya. Kalaupun ada, mungkin hanya satu dua catatan saja," kata Rohadi mengawali tulisannya sebagaimana dikutip detikcom, Senin (9/4/2018).

Cerita kasus itu dimulai saat hakim dan pegawai PN Jakut akan menghadiri resepsi pernikahan seorang pegawainya di Solo, Jawa Tengah. Selain itu, juga dijadikan ajang wisata karena sudah lama PN Jakut tidak wisata bersama. Nah, Rohadi ditugasi mencari anggaran di luar budget resmi.

"Dana yang digunakan untuk plesiran ini adalah dana awal dari ibu pengacara Bertha (pengacara Saipul Jamil), untuk perkara Saipul Jamil Rp 50 juta, dari pribadi saya Rp 50 juta, dan tambahan dari hakim Rp 20 juta. Total Rp 120 juta," tutur Rohadi yang mengawali karier sebagai sipir penjara itu.


Tapi siapa nyana, pergerakan Rohadi sudah terendus KPK. Akhirnya, Rohadi ditangkap saat menerima uang dari Bertha jelang lebaran 2016. Rohadi belakangan dihukum 7 tahun penjara atas suap itu.

Perkara semakin rumit karena ada uang Rp 700 juta di dalam mobilnya saat kena OTT KPK. Perkara pun merembet ke anggota DPR Fraksi Gerindra, Sareh Wiyono. Sebab, uang Rp 700 juta itu berasal dari Sareh. Sareh yang juga mantan Panitera MA itu berkali-kali membantah terlibat dalam kasus itu.


Nah, di dalam penjara, Rohadi buka suara. Ia menyebut nama-nama sejumlah hakim berperan dalam kasus itu. Suami Bertha, hakim tinggi Karel Tuppu dinilai mengetahui persoalan Saipul Jamil. Ketua majelis Saipul Jamil, Ifa Sudewi juga disebut Rohadi mengetahui pat gulipat itu.

"Sebetulnya saya ingin mempertanyakan, mengapa KPK belum juga kunjung menahan nama-nama yang pernah diminta dan saya berikan saat penyidikan terhadap saya berlangsung? Namun, di sisi lain, saya juga paham bagaimana sibuknya para pejabat dan penyidik KPK hingga belum sempat menahan mereka-mereka itu," kata Rohadi.


Sebelumnya, seluruh nama-nama yang disebut Rohadi telah membantah keterangannya di persidangan.

"Tidak pernah (membicarakan soal meringankan hukuman Saipul dengan mantan hakim anggota PN Jakarta Utara Dasman, red). Saya pernah ketemu dengan Rohadi. Dia katakan 'Ibu selamat ya, Bu', dia ucapkan selamat atas saya jadi Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo. Saya sampaikan 'Terima kasih, nanti datang ya'. Saya hanya mengatakan 'Nanti hadir ya', setelah itu yang saya tahu tidak ada tiket dari ini (uang suap Saipul Jamil, red)," kata Ifa di persidangan.

Sebagai suami Bertha, Karel pun membantah terlibat.

"Saya tidak pernah dalam pikiran saya mencampuri perkara yang sedang dia (Bertha) tangani. Begitu pun sebaliknya," cetus Karel.

Mantan Ketua PN Jakut kala itu, Lilik Mulyadi juga membantah terlibat. Nama Lilik disebut dalam buku Rohadi itu.

"Lho, tidak ada sama sekali. Buktinya kalau misalkan saya terima duit, jangankan Rp 50 juta, 1 rupiah pun tidak selamat dunia akhirat saya," kata Lilik saat dikonfirmasi pada 19 November 2016.

[Gambas:Video 20detik]


Sebagaimana diketahui, Rohadi mengawali karier sebagai sipir LP Salemba pada 80-an. Kariernya menanjak dengan kekayaan aset sangat fantastis. Saat ditangkap, ia memiliki 19 mobil, rumah mewah, rumah sakit hingga proyek real estate.
(asp/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed