DetikNews
Sabtu 07 April 2018, 07:03 WIB

Rentetan Tragedi Kompol Fahrizal Tembak Mati Ipar

Rina Atriana - detikNews
Rentetan Tragedi Kompol Fahrizal Tembak Mati Ipar Kompol Farizal yang menembak adik iparnya sendiri (Foto: Dok. Instagram Fahrizal)
Medan - Dendam telah menyulut amarah Kompol Fahrizal untuk menghabisi adik iparnya, Jumingan (33). Nyawa Jumingan melayang oleh 6 tembakan.

"Ini penyebabnya masih dalam pendalaman, tadi mengaku ke saya, dia melakukan itu karena marah, dendamlah," kata Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw, Kamis (5/4).

Kompol Fahrizal merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2003. Paulus menyebut Fahrizal termasuk Polisi dengan prestasi bagus.

[Gambas:Video 20detik]



Fahrizal kini menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah sejak Desember 2017. Sebelum itu dia sempat menjadi Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

"Saya lihat di curriculum vitae-nya dia di posisi yang bagus-bagus, dan nilai psikotesnya bagus-bagus," ujar Paulus.

Fahrizal menembak mati Jumingan (33) di rumah orang tuanya di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Medan Tembung, Sumatera Utara. Pada Rabu (4/4) malam itu Fahrizal dan istrinya tengah menengok ibunya yang baru pulih dari sakit.

Awalnya terjadi obrolan santai antara Fahrizal, ibunya dan Jumingan di ruang tamu. Tidak berapa lama kemudian, suasana santai itu berubah mencekam.


Adik Fahrizal, Heny, dari dapur melihat kakaknya tengah menodongkan pistol ke ibunya. "Jangan bang," kata Heny.

Fahrizal lantas berbalik arah dan menembak Jumingan. Jumingan pun ambruk dan nyawanya tak tertolong.

Masih di hari yang sama Fahrizal menyerahkan diri ke Mapolrestabes Medan diantar ibunya. Fahrizal juga menyerahkan senjata api yang dipakai membunuh Jumingan.

Fahrizal kini mendekam di Mapolrestabes Medan. Dia kini dihadapkan dengan tuduhan serius, pembunuhan berencana yang harus dipertanggung jawabkannya.

"Saya kenakan (Pasal) 340 KUHP," tutur Paulus.


Mabes Polri angkat bicara terkait kasus Fahrizal ini. Fahrizal dianggap menyalahi aturan pemegangan senjata api (Senpi). Sebab, senpi tidak boleh dibawa saat tidak sedang dinas.

"Dia sudah melanggar. Kalau sedang cuti, tidak dinas, nggak boleh bawa senjata api. Kecuali dia ditugaskan di suatu daerah, penangkapan, tugas ke daerah konflik, memang personel harus dilengkapi senjata," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Jumat (6/4).
(rna/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed