DetikNews
Kamis 05 April 2018, 19:18 WIB

Teluk Balikpapan Tercemar, ESDM: Kita Lihat Siapa yang Salah

Fadhly Fauzi Rachman - detikNews
Teluk Balikpapan Tercemar, ESDM: Kita Lihat Siapa yang Salah Pencemaran minyak di Teluk Balikpapan. (Twitter Sutopo/@Sutopo_PN)
Jakarta - Patahnya pipa Pertamina menyebabkan kawasan Teluk Balikpapan tercemar minyak dan menyebabkan kerusakan parah ekosistem laut. Siapa yang bersalah di kasus ini?

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto berkata bocornya pipa Pertamina pada Sabtu (31/3) lalu diduga akibat terseret jangkar kapal. Dia menyebut seharusnya kapal dilarang melepas jangkar di lokasi tersebut.

"Kalau pasang jangkar di situ ya itu kan sudah melanggar, sudah salah. Kenapa nggak boleh? Karena ada pipa," kata Djoko di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/4/2018).


Djoko mengatakan kapal yang dia maksud melepas jangkar itu adalah kapal asing pengangkut batu bara. Namun dia belum tahu pasti asal kapal tersebut.

Teluk Balikpapan Tercemar, ESDM: Kita Lihat Siapa yang SalahPencemaran minyak di Teluk Balikpapan (Twitter Sutopo/@Sutopo_PN)

"Kapal batu bara, kapal asing kalau nggak salah berbendera Panama. Tapi pas sudah terbakar benderanya udah nggak kelihatan," ucapnya.

"Kabar-kabar dari China kalau nggak salah ya, informasinya dicek aja," sambungnya saat kembali dimintai konfirmasi.

Menurutnya, seharusnya kesalahan dalam kasus ini ada pada pihak kapal tersebut yang melepas jangkar. Namun dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Polda Kalimantan Timur yang melakukan penyelidikan.


"Kan ada yang meninggal tuh kan. Berarti kan harus dituntut pidana kalau orang meninggal, tergantung siapa yang salah," ujarnya.

Teluk Balikpapan Tercemar, ESDM: Kita Lihat Siapa yang SalahPesut mati gara-gara tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. (Foto: Imeida Tandrin/via REUTERS)

Djoko menyebut tidak ada human error dari pihak Pertamina. Namun dia menegaskan kewenangan soal siapa yang salah sepenuhnya berada di penegak hukum.

"Kan saya nggak boleh men-judge, yang boleh men-judge salah itu kan hakim. Tadi saya bilang diduga, diperkirakan, tetapi yang menentukan itu kan penyidik nanti, salah-nggaknya itu yang menentukan hakim, bukan saya. Dugaannya, dari fakta-fakta yang ada, pipa tertarik terus putus. Fakta-fakta di lapangan seperti itu. Faktanya itu, pipa di sini, terus jadi melengkung ke sini, ketarik, terus patah," ujarnya.

"Nanti kita lihat siapa yang salah, siapa yang ini...," sambungnya.
(hri/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed