DetikNews
Selasa 03 April 2018, 11:17 WIB

Pratu Vicky Gugur dalam Baku Tembak dengan KKSB di Papua

Idham Kholid - detikNews
Pratu Vicky Gugur dalam Baku Tembak dengan KKSB di Papua Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Anggota TNI Pratu Vicky gugur dalam baku tembak dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua. Kontak senjata itu bagian dari upaya TNI membebaskan sejumlah kampung di Tembagapura yang dikuasai KKSB.

"Dari kejadian kontak tembak tersebut, pihak TNI satu orang atas nama Pratu Vicky Rumpasium asal Sorong, Papua, gugur sebagai kusuma bangsa," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi dalam keterangannya kepada detikcom, Selasa (3/4/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Kontak senjata itu terjadi pukul 06.00 WIT tadi. Dari Pihak KKSB, terpantau lewat drone dua orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

"Sebelum melarikan diri, mereka terlebih dahulu membakar sejumlah rumah warga," ujarnya.


Kontak senjata ini merupakan lanjutan dari penyanderaan yang dilakukan oleh KKSB pada November 2017. Pasukan TNI ingin merebut kembali kampung-kampung yang dikuasai KKSB.

"Dalam rangka merebut kembali kampung-kampung yang dikuasai oleh KKSB, pasukan TNI terdiri atas Yonif 751/R 20 orang, Yonif 754/ENK 20 orang, dan Brigif 20/IJK 10 orang bergerak ke sasaran," ucapnya.

Aidi mengatakan KKSB sepertinya sudah siap menerima kehadiran aparat sehingga terjadi kontak senjata antara TNI dan KKSB. Namun, Aidi menyampaikan, tidak ada warga yang jadi korban dalam kontak senjata ini.

"Saat ini pasukan TNI masih melakukan pengejaran dan pendataan kerusakan akibat ulah KKSB, namun dilaporkan bahwa seluruh warga penduduk dalam keadaan aman dan selamat, tidak ada yang menjadi korban," tuturnya.

Aidi menceritakan, pascapembakaran rumah sakit di Utikini oleh KKSB beberapa waktu lalu, TNI-Polri lalu berkoordinasi untuk melakukan aksi penindakan. Selain rumah sakit, gedung SD, SMP dan sejumlah rumah warga juga dibakar.

"Selanjutnya KKSB menduduki sejumlah kampung di Distrik Tembagapura, antara lain Utikini, Longsoran, Kimbely, Banti 1 dan Banti 2, serta Opitawak. Mungkin ini adalah realisasi dari ultimatum KKSB yang sebelumnya disiarkan di berbagai media bahwa mereka menyatakan perang terhadap TNI-Polri.

Pascapenyanderaan 1.300 warga di Kampung Utikini, Banti, dan Kimbely pada November 2017, seluruh warga pendatang, baik orang asli Papua maupun warga non-Papua, telah mengungsi dan tidak ada lagi yang kembali ke kampung tersebut. Saat ini yang tinggal hanya penduduk asli setempat.
(idh/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed