DetikNews
Sabtu 31 Maret 2018, 23:49 WIB

Motivasi Pendamping PKH, Mensos Singgung 'Indonesia Bubar 2030'

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Motivasi Pendamping PKH, Mensos Singgung Indonesia Bubar 2030 Mensos Idrus Marham saat membuka bimbingan pemantapan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Solo. Foto: Bayu Ardi/ detikcom
Sukoharjo - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham membuka bimbingan pemantapan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Solo dan sekitarnya. Dalam sambutan, Idrus sempat menyinggung pidato Prabowo Subianto soal 'Indonesia Bubar Tahun 2030'.

"Ada orang bilang Indonesia bubar 2030. Sebagai pendamping PKH harus menjadi inspirator, menjadi motivator. Jadilah pemimpin yang visioner, jangan yang malah mengajak rakyat loyo," kata Idrus di Hotel Lorin Dwangsa, Sukoharjo, Sabtu (31/3/2018).



Sebanyak 297 pendamping akan menjalani pemantapan selama empat hari. Mereka akan dilatih agar dapat meningkatkan kapasitas SDM PKH sehingga dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan tepat.

"Mereka yang akan menjadi agent of change yang mendampingi masyarakat menjadi keluarga yang sejahtera," ujar dia.

Sedikitnya ada tiga aspek yang wajib dipahami para pendamping PKH. Pertama ialah memiliki pengetahuan memadai terhadap kebijakan Kementerian Sosial dan lembaga terkait dalam pelaksanaan program.

Kemudian pendamping PKH wajib berperilaku positif di dalam masyarakat. Sebab mereka adalah contoh bagi masyarakat untuk menuju kesejahteraan.

Yang ketiga ialah pendamping wajib memiliki keterampilan dalam melaksanakan tugasnya. Bahkan sebelum bertugas, pendamping harus menyiapkan segala hal yang mungkin dipertanyakan oleh masyarakat yang didampingi.



"Pendamping harus mampu memberi pencerahan supaya keluarga betul memahani apa yang harus dilakukan. Bagaimana mengelola keuangan, bagaimana bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kalau angka kemiskinan tidak berkurang, berarti pendampingan gagal," ujar dia.

Saat ini, menurutnya, angka kemiskinan Indonesia mencapai 26.580.000 jiwa atau 10,12 persen. Dengan program PKH selama ini, dia mengklaim semakin menurunkan angka kemiskinan.



"Ke depan kita targetkan turun lagi jadi 9 persen. Jadi di bawah 10 persen," ungkap politikus Partai Golkar itu.
(nkn/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed