DetikNews
Rabu 28 Maret 2018, 10:59 WIB

9 Juta Anak Indonesia Kekurangan Gizi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
9 Juta Anak Indonesia Kekurangan Gizi Deputi Menteri Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Kennedy Simanjuntak memaparkan soal kekurangan gizi. (Marlinda/detikcom)
Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan masalah stunting menjadi prioritas nasional untuk ditangani tahun ini. Bappenas mencatat ada 9 juta anak yang mengalami stunting.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Kondisi ini disebabkan kekurangan asupan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari janin hingga anak 2 tahun.

"Mempertimbangkan dampak pada stunting pemerintah telah menjadikan upaya penyembuhan stunting sebagai salah satu prioritas nasional. Kita targetkan mulai tahun ini salah satu program prioritas nasional dari 30 prioritas nasional adalah stunting. Jadi perhatian pemerintah begitu tinggi kepada stunting," ujar Deputi Menteri Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Kennedy Simanjuntak, dalam acara 'Stunting Summit' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).


Kennedy mengungkapkan, tak hanya memberi dampak kemiskinan, stunting juga memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia. Karena itu, pada 2019, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 28 persen.

"Secara absolut 9 juta anak yang tersebar di pedesaan dan perkotaan yang mengalami stunting. Ini angka sangat besar, hampir jumlahnya sama dengan satu penduduk satu negara. Stunting juga bukan hanya terjadi pada masyarakat miskin, tapi juga pada kelompok yang tidak miskin," paparnya.


Dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia, pemerintah menjalin berbagai kerja sama, salah satunya dengan Amerika Serikat melalui Millenium Challenge Corporation Compact, yang dimulai pada 2011. Kennedy berharap segala sektor juga akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menanggulangi stunting di Indonesia.

"Mempertimbangkan faktor penyebab yang multisektor, maka penurunan stunting juga harus dilakukan dengan pendekatan yang terintegrasi dengan melibatkan multisektor yang artinya seluruh komponen bangsa baik pemerintah daerah pemerintah pusat pemerintah desa, masyarakat, lembaga sosial, maupun swasta," ujarnya.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr hadir di acara yang membahas masalah anak kekurangangizi itu.Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr hadir dalam acara yang membahas masalah anak kekurangan gizi itu. (Marlinda/detikcom)

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr mengapresiasi dijadikannya stunting sebagai program prioritas oleh Indonesia. Ia berharap Amerika Serikat dapat terus bekerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan kesehatan dan gizi di Indonesia.

"Amerika Serikat bangga akan kemitraan kami bersama pemerintah Indonesia dalam upaya mencegah stunting. Stunting Summit ini secara resmi mengakhiri kemitraan sukses yang kita mulai pada 2011. Kita yakin Amerika Serikat dan Indonesia memiliki kepentingan dan tanggung jawab yang abadi sebagai mitra bersama untuk mengatasi tantangan, termasuk memperluas peluang ekonomi dan memperkuat layanan kesehatan," tuturnya.

Dalam acara ini, rencananya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, Menteri Kesehatan, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan ikut menyampaikan paparan.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed