Ini 5 Besar Pelapor Gratifikasi Tersering, Ada Sandiaga Uno

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Jumat, 23 Mar 2018 20:41 WIB
Foto: ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah/detikcom
Jakarta - Abdurrahman Muhammad Bakrie, seorang penghulu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi sosok yang paling rutin melaporkan gratifikasi ke KPK. Namun rupanya ada nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam daftar pelapor gratifikasi paling sering itu.

Dari data yang didapat detikcom dari KPK, Jumat (23/3/2018), daftar itu merupakan pelaporan dari periode 2015 hingga 2018 (per bulan Maret). Urutan ini berdasarkan tingkat paling sering, bukan diukur dari nilai gratifikasi terbanyak.


Berikut daftarnya (nama, jabatan, total jumlah laporan gratifikasi dan nilainya):

1. Abdurrahman Muhammad Bakrie, penghulu di Kabupaten Klaten. KPK menyatakan 57 dari 59 kali laporannya sebagai milik negara. Nilainya Rp 4.260.000

2. Nila Djuwita Farid Afansa Moeloek, Menteri Kesehatan. KPK menyatakan 12 dari 47 kali laporannya sebagai milik negara. Nilainya Rp 2.985.000

3. Hari Kriswanto, Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian Perhubungan. KPK menyatakan 38 dari 46 kali laporannya sebagai milik negara. Nilainya Rp 93.116.500 dan USD 700

4. Samanto, penghulu di Kabupaten Bantul. KPK menyatakan seluruh laporannya yaitu 38 kali sebagai milik negara. Nilainya Rp 2.985.000

5. Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta. KPK menyatakan 12 dari 23 kali laporannya sebagai milik negara. Nilainya masih dihitung.


Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono sebelumnya menyoroti profesi penghulu yang menempati urutan teratas dari daftar itu. Menurut Giri, tidak penting berapa nilainya, tapi selama pemberian itu terindikasi gratifikasi, maka KPK memberikan apresiasi tinggi bagi pelapornya.

"Terkait pelayanan publik berapa pun dilarang oleh UU, walaupun tidak atas permintaan atau mempengaruhi keputusan penerima gratifikasi tersebut," ujar Giri kepada detikcom. (dhn/tor)