DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 09:05 WIB

Harimau Bonita Kembali ke Habitatnya, Tim Tetap Akan Evakuasi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Harimau Bonita Kembali ke Habitatnya, Tim Tetap Akan Evakuasi Harimau Bonita (dok.bksda)
Pekanbaru - Harimau liar Bonita kembali dari kawasan sawit ke habitatnya di hutan green belt di Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil) Riau. Pun demikian, Bonita tetap akan dievakuasi.

"Bonita hingga hari ini diperkirakan masih berada di rumahnya. Namun dua tiga hari ini biasanya dia akan keluar dan kembali menyusuri perkebunan sawit. Itu kebiasaan dia selama ini," kata Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (22/3/2018).

Tim Rescue Terpadu sampai saat ini masih harus bersabar dalam 'memburu' Bonita. Sebagian regu saat ini berjaga di perbatasan kebun sawit dengan kawasan green belt yang terpisahkan dengan alur sungai selebar 8 meter.

"Jadi Bonita ini setiap kembali ke rumahnya, selalu berenang. Karena memang harimau bisa berenang. Saat ini Bonita belum memunculkan dirinya, di masih dalam kawasan green belt," kata Hutomo.

Tim terpadu, kata Hutomo terus memantau pergerekan Bonita walau saat ini masih berada di rumahnya. Wilayah perbatasan tetap dijaga.

"Ini agar Bonita jangan sampai lagi mengarah ke kampung Danau. Dia tetap kita lokalisir untuk tetap jauh dari pemukiman penduduk," kata Hutomo.

Sebagaimana diketahui, sepekan yang lalu Bonita sudah berhasil ditembak bius oleh tim. Hanya saja karena kondisinya malam hari dan minimnya penerangan, membuat Bonita yang sempat pingsan bisa kembali lepas dari pantauan tim.

Bonita sudah menyerang dua warga hingga tewas. Pertama korbannya Jumiati pada 3 Januari dan disusul Yusri pada 10 Maret. Jumiati tewas di kebun sawit Blok 76 sedangkan Yusri di perkampungan Danau.

Kini, Bonita masih diburu tim untuk segera dievakuasi keluar dari habitatnya itu. Lokasi konflik ini memang merupakan wilayah jelajah harimau. Hanya saja, atas kebijakan Menteri Kehutanan RI, hamparan hutan Kerumutan yang membentang dari Kabupaten Pelalawan, Kab Inhu sampai ke Inhil sebagian besar sudah beralih fungsi. Pemerintah memberikan izin ke perusahaan swasta untuk dijadikan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola kelompok Sinar Mas.

Sebagian kawasan hutan alam diberikan izin hak guna usaha (HGU) perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation. Lokasi kebun sawit ini bagian wilayah konflik yang terjadi saat ini. Sehingga habitat harimau liar di hamparan hutan Kerumutan sudah terputus-putus adanya perusahaan dan pemukiman penduduk.

Bonita cs yang ada di Kec Pelangiran, sebenarnya memang berada di wilayahnya sendiri. Hanya keadaan alam yang berubah ada HTI, perkebunan sawit dan kampung, membuat bersinggungan antara manusia dan harimau.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed