Anies: Sampah Teluk Jakarta Sudah Terkumpul Lebih dari 50 Ton

Indra Komara - detikNews
Senin, 19 Mar 2018 16:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta saat menunjukkan sampah yang ada di lokasi mayoritas berupa sampah plastik. (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau tumpukan sampah di Teluk Jakarta. Anies mendapat laporan, sampai siang tadi, sudah 50 ton sampah yang berhasil diangkut.

"Siang ini kita di Pluit di sini kita merespons atas laporan warga tentang sampah yang ada di pesisir dan setelah dilaporkan kemudian langsung Dinas LH bergerak selama beberapa hari ini sudah terkumpul lebih dari 50 ton sampah," kata Anies di Kawasan Hutan Mangrove Ecomarine, Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (19/3/2018).




Di lokasi, Anies juga sempat ikut mengangkut sampah bersama petugas Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara. Anies mengangkut sampah menggunakan tangan tanpa sarung tangan.

Anies mengatakan para petugas kesulitan mengangkut sampah di lokasi tersebut. Dia mengatakan faktor lokasi membuat pengangkutan sampah tak dapat dilakukan dengan alat berat.


"Dan karena lokasinya, maka pembersihannya tidak bisa menggunakan alat besar untuk mengangkut. Karena tidak bisa diangkut, harus pakai kapal, satu pakai ekskavator, dua tenaga manusia langsung diangkat," ujarnya.

Anies memperkirakan masih ada 50 ton sampah yang tersisa di Teluk Jakarta. Anies berharap warga mau ikut membantu menjaga lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah sembarangan.


"Kita meminta kepada seluruh rumah tangga, seluruh keluarga, mari buang sampah di tempatnya, jangan buang sampah sembarangan dan jangan buang sampah di sungai. Apalagi sampah-sampah plastik ini, mayoritas sampah-sampah plastik luar biasa volumenya," tutur Anies.

Diberitakan sebelumnya, Kasudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Herdiman mengatakan sampah di kawasan Muara Angke itu terus diangkut petugas. Dia mengatakan pengangkutan sudah mencapai sekitar 50 persen.


Petugas yang terlibat dalam pengangkutan ini berasal dari Sudin LH Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara, UPK Badan Air, hingga pihak TNI. Tampak 1 unit ekskavator Spider M540 milik UPK Badan Air dipakai untuk mengeruk sampah serta 2 unit kapal fiber bolak-balik mengangkut sampah untuk dibawa ke dermaga Kali Adem hingga nantinya dipindahkan ke truk sampah untuk dibawa ke TPST Bantargebang, Bekasi. (idn/jbr)