DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 17:03 WIB

Diminta Bentuk Komisi Perlindungan Guru, Ini Tanggapan JK

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Diminta Bentuk Komisi Perlindungan Guru, Ini Tanggapan JK Wapres JK menanggapi tentang usulan pembentukan komisi perlindungan guru (Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) menilai permintaan pembentukan komisi perlindungan guru berawal dari kekhawatiran akan maraknya kasus yang mencederai guru. Menurut JK, sebenarnya yang lebih penting adalah kembali melestarikan budaya menghormati guru.

"Ya tentu karena pandangan PerguNU (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) itu banyaknya kasus-kasus yang dianggap mencederai guru," ujar JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).


Hal itu disampaikan JK untuk menanggapi permintaan PerguNU. Namun, menurut JK, masih banyak pihak terutama kepolisian yang dapat menjaga ketertiban.

"Tapi kan bukan hanya PerguNU, tapi kan polisi juga menjaga. Jadi kekhawatiran atau perhatian itu sangat bagus saya kira," katanya.

JK tak menjawab lugas ketiga ditanya urgensi pembentukan komisi perlindungan guru itu. JK lebih memilih untuk kembali ke budaya menghormati guru agar tidak terjadi kekerasan yang dikhawatirkan itu.


"Dulu murid takut sekali pada guru, sekarang malah kadang-kadang malah murid yang marahi guru. Itu tentu perlu juga diberi pelajaran, jadi budaya kita menghormati guru tetap harus baik, karena tanpa penghormatan kepada guru nanti murid-murid tidak disiplin," ucap JK.

Sebelumnya, PerguNU menemui JK untuk membahas berbagai persoalan. Salah satu yang diusulkan PerguNU adalah pembentukan komisi perlindungan guru.
(nvl/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed