"Dalam sistem sosial politik seperti sekarang ini, terbuka kesempatan bagi siapapun dan menjadi apapun," kata Moeldoko seperti dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (9/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi bahwa para pemuda harus responsif terhadap perubahan. Jokowi, kata Moeldoko, sangat mengapresiasi aksi-aksi nyata yang dapat jadi inspirasi kaum muda lainnya untuk merespons era perkembangan ekonomi digital.
Suasana diskusi di Universitas Mataram. Foto: dok. KSP |
"Berinovasilah atau mati!" kata Moeldoko dengan lantang.
Tuan Guru Bajang menyambut positif materi yang disampaikan Moeldoko. Dia mendukung kaum muda untuk terus berinovasi.
"Jika ada orang lain memberikan hal baik kepada kita, kita harus membalasnya dengan yang lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi inovatif dan optimis," tutur Tuan Guru Bajang.
Moeldoko juga sempat menyampaikan pembangunan di NTB yang telah dilakukan Presiden Jokowi. Di antaranya adalah kawasan Mandalika, Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora), serta Global Hub Kayangan.
Moeldoko bicara soal inovasi, Tuan Guru Bajang menanggapi. Foto: dok. KSP |
"Jika tiga itu saja kita kembangkan secara baik, ekonomi NTB memang akan tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang saat ini mencapai 7,1%," tanggap Tuan Guru Bajang.
Dalam diskusi ini hadir pula Rektor Universitas Mataram Prof Dr H. Lalu Husni, SH, M.Hum, Kapolda NTB Brigjen (Pol) Drs. Firly, M.Si, Komandan Pangkalan Udara Rembiga Kolonel (Pnb) Dodi Fernando, SE, M.Soc, Komandan Korem 162/Wirabakti Kolonel (Inf) Farid Makruf, MA, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram. Ada pun penanggap dari kalangan akademisi adalah Dr Firmansyah. (bag/tor)












































Suasana diskusi di Universitas Mataram. Foto: dok. KSP
Moeldoko bicara soal inovasi, Tuan Guru Bajang menanggapi. Foto: dok. KSP