DetikNews
Jumat 09 Maret 2018, 10:08 WIB

Gerindra DKI Sepakat dengan Anies: Penataan Tanah Abang Dipolitisasi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Gerindra DKI Sepakat dengan Anies: Penataan Tanah Abang Dipolitisasi Jalan Jatibaru Tanah Abang (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Anggota Fraksi Partai Gerindra DKI M Syarif sepakat dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta bahwa penataan kawasan Tanah Abang cenderung dipolitisasi. Pernyataan tersebut didasari informasi dan analisis yang didapatkan Anies.

[Gambas:Video 20detik]


"Kalau pernyataan Pak Anies kan sudah tepat dan benar, bahwa menurut informasi dan analisa yang didapat oleh Pak Anies bahwa cenderung masyarakat yang menolak itu bahwa dipolitisasi. Penolakan itu terjadi politisasi, itu sudah tepat dan benar," kata Syarif kepada detikcom, Kamis (8/3/2018).


Syarif enggan berkomentar lebih jauh terkait penataan kawasan Tanah Abang. Dia mengaku telah berulang kali memaparkan penataan Tanah Abang yang dilakukan melalui 3 tahap.

"Tahap jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Dan itu sudah finalisasi kajian tahap jangka menengah akan dilakukan. Nah itu soal penataan Tanah Abang saya mengatakan mendukung karena itu dilakukan dengan berbagai kajian dan tahapan," ujarnya.


Syarif menilai penolakan dan kritik yang dilakukan sejumlah pihak terhadap penataan Tanah Abang benar dipolitisasi. Ia memandang beberapa penolakan tidak memberikan solusi yang jelas.

"Ada sebagian benarnya karena penolakan itu kan kemudian tidak memberikan solusi pada akar masalah yang sedang diupayakan oleh Pak Anies. Pak Anies kan sedang melakukan upaya masalah di Tanah Abang pada akar-akar masalahnya," ucapnya.


"Kemudian ada penolakan minta dibuka, misalnya, apakah tidak ada alternatif lain, itu yang saya baca kalau penolakan bersifat mutlak tidak solutif itu kemudian saya setuju dengan Pak Anies terjadi politisasi. Yang ditangkap, politisasi kan ujungnya jelas dapatkah kemudian dia masuk pada area di mana politisi terlibat, misalnya interpelasi barangkali ya, barangkali ke sana," imbuhnya.


Namun, jika benar belum terjadi politisasi terhadap kebijakan penataan Tanah Abang, Syarif menilai Anies tetap harus cermat menghadapi kritik dan penolakan. Penolakan menjadi sinyal akan adanya politisasi terkait penataan tanah Abang.

"Karena penolakan itu saya katakan kebanyakan tidak mendasar. Coba ditanya apa solusi Anda dalam menyelesaikan akar masalah di Tanah Abang, 'pokoknya jalan dibuka', ya gitu doang, 'supaya pendapat mikrolet itu kembali semula', kembali semrawut? Coba kembali dicermati kalau solusinya apa? Itu yang dimaksud Pak Anies kenapa tidak menawarkan solusi," ungkapnya.


Syarif menyebut solusi Anies untuk penataan kawasan Tanah Abang menggunakan pendekatan teknokratik. Pendekatan teknokratik dilakukan Anies dengan kegiatan yang terukur dan melalui kajian.

"Misalnya mengurai kemacetan menurun, pendapatan pedagang naik, itu pendekatan teknokratik, itu ada ukuran-ukuran. Sementara pendekatan yang dilakukan oleh yang menolak atau penolakan tidak ada (solusi). Kalau dibuka, kalau jadi semrawut lagi gimana? Pendapatan menurun bagaimana, tidak bisa disampaikan, itu yang saya sebut ada benarnya pendapat Pak Anies bahwa jangan Tanah Abang dipolitisasi kemudian berujung pada gerakan politik praktis dalam interpelasi," jelasnya.


Syarif juga sepakat dengan Anies yang mengatakan publik harus menyamakan persepsi terkait penataan Tanah Abang. Jika ada penolakan, sampaikan solusinya.

"Sekarang kan solusi yang disampaikan Pak Anies kan jangka pendek, penyamaan persepsi maksudnya adalah, bahwa yang sedang dilakukan adalah jangka pendek, kalau ada usulan pendapat lain yang dibicarakan Pak Anies nanti dibicarakan di tahap yang disebut penataan jangka menengah. Kan belum ke sana (penataan jangka menengah)," pungkasnya.

Baca Juga: Mereka yang Buntung di Tanah Abang
(nvl/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed