Jaksa Nilai Kesaksian Keponakan Novanto soal e-KTP Tak Konsisten

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 05 Mar 2018 22:50 WIB
Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa pada KPK Irene Puteri menilai keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, tidak konsisten dalam memberikan kesaksian.

"Tidak semua orang itu bohong. Dia tidak konsisten, nanti kita pertimbangkan, misalnya apa yang dijelaskan BAP juga tidak konsisten," kata Irene seusai sidang terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Irvanto juga mengaku tidak pernah memberikan uang USD 3,5 juta kepada Setya Novanto sesuai dakwaan perkara proyek e-KTP. Menurut jaksa, ada skenario di antara Irvanto dan eks Ketua DPR ini.

"Mungkin itu bagian dari skenario mereka," ucap Irene.



Dalam persidangan hari ini, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, membantah telah melakukan transaksi barter dolar seperti terungkap dalam persidangan. Menurut Irvanto, keterangan para saksi yang menyebutkan hal itu adalah bohong.

Irvanto juga diminta Setya Novanto memberikan keterangan secara jujur mengenai uang USD 3,5 juta. Namun Irvanto membantah telah memberikan uang tersebut kepada Novanto.

KPK sudah menetapkan Irvanto sebagai tersangka proyek e-KTP. Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses tender e-KTP dengan perusahaannya, PT Murakabi Sejahtera, serta mengikuti beberapa kali pertemuan di ruko Fatmawati. KPK menyebutkan, walaupun perusahaannya kalah, Irvanto menjadi perwakilan Setya Novanto.

(fai/fdn)