DetikNews
Jumat 02 Maret 2018, 15:32 WIB

Minta Presiden PKS Mundur, Fahri Hamzah Dituding Ngawur

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minta Presiden PKS Mundur, Fahri Hamzah Dituding Ngawur Fahri Hamzah. (Foto: Andika/detikcom).
Jakarta - Disinggung soal pemecatannya, Fahri Hamzah muncul dengan melontarkan 'serangan balasan' dengan meminta Presiden PKS Sohibul Iman mundur. Fahri dituding telah melakukan langkah ngawur.

"Fahri Hamzah yang saya tahu sebagai aktivis politik Islam model KAMMI pada tahun 1998 pada awalnya saya pahami sebagai calon politisi umat yang handal dan mampu merawat citra islam modernis yang kuat," ujar Analis Sosial Politik UNJ, Ubedilah Badrun dalam keterangannya, Jumat (2/3/2018).

Ubedilah menyebut Fahri selama ini diketahui loyal terhadap PKS. Namun karena perseteruan Fahri dengan elite PKS yang liar, dia mengaku asumsinya terhadap Wakil Ketua DPR itu pun gugur. Terutama setelah Fahri meminta Sohibul mundur.


"Pernyataan tersebut membatalkan asumsi saya tentang Fahri Hamzah. Logikanya kelihatan sudah ngawur karena membuat pernyataan tanpa data. Meminta mundur presiden partai tanpa argumentasi yang didukung data itu ngawur," kata Ubedilah.

Mengevaluasi dan mengkritik partai memang menurutnya penting, apalagi untuk menghadirkan partai politik yang berkualitas dan profesional. Fahri diminta Ubedilah untuk mengambil pelajaran dari partai-partai lain yang sebelumnya berseteru dan mengalami dualisme.

"Konflik Partai Golkar, PPP, dan Hanura, harusnya cukup menjadi pelajaran bagi politisi bahwa betapa pentingnya para aktivis partai memiliki kematangan politik untuk menghargai konstitusi partai," paparnya.


"Meminta mundur ketua umum partai atau presiden partai tanpa dasar konstitusi partai dan tanpa data hanya akan membuat partai politik mengalami kemunduran budaya organisasi," sambung Ubedilah.

Fahri Hamzah langsung mengeluarkan 'peluru' panas setelah Presiden PKS Sohibul Iman membongkar soal masalah yang membuatnya dipecat dari PKS pada 2016 lalu. Saat ini Fahri masih memperjuangkan status kadernya di PKS melalui pengadilan.

"Apa pun manuver yang dilakukan Presiden PKS Sohibul Iman sudah tidak akan menguntungkan partai. Dia telah menjadi beban partai dan kadernya. Maka sebaiknya ia segera mundur, mumpung belum terlambat," tukas Fahri dalam keterangan tertulis, Kamis (1/3).
(elz/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed