Ini Solusi dari Dinas LH DKI soal Busa di Kali Sunter

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 27 Feb 2018 13:14 WIB
Penampakan busa di Kali Sunter, pagi tadi. (Alpin Arapli/pembaca detikcom)
Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengatakan kehadiran busa Kali Sunter disebabkan limbah detergen rumah tangga. Salah satu solusi untuk menanganinya adalah membangun IPAL komunal.

"Karena perumahan (sehingga) ada jutaan manusia (caranya) dengan IPAL komunal atau jangka pendek dengan membangun sanimas (sanitasi masyarakat). Kami memantau kualitas lingkungannya, dari pemantauan itu (mengeluarkan) kebijakan IPAL komunal," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas LH DKI Mudarisin saat dihubungi, Selasa (27/2/2018).


Mudarisin menjelaskan pembangunan IPAL komunal itu menjadi kewenangan Dinas Sumber Daya Air. Sedangkan Dinas LH yang akan memantau kualitas lingkungan.

"(IPAL komunal) ini kan masih dalam program pembangunan bertahap yang akan dikomandoi Dinas Sumber Daya Air karena mengolah limbah domestik (ranahnya) Dinas Sumber Daya Air," sambungnya.

Mudarisin menjelaskan busa itu muncul karena air yang mengalir di Kali Sunter tercemar limbah detergen dari rumah tangga. Dia mencontohkan air sabun yang dikocok pasti akan menimbulkan busa.

"Jadi karena memang sungai kita hampir tercemar detergen dari rumah tangga, semua sungai kita tercemar dengan detergen rumah tangga, domestik. Jadi kalau air dipompa itu pasti terjadi busa, sama dengan di Marunda, kalau ada terjunan yang besar menimbulkan busa," jelasnya.

Mudarisin membantah asal busa itu tidak berasal dari limbah pabrik, melainkan dari limbah rumah tangga.

"Bukan, pabrik detergen nggak ada. Yang bikin busa itu detergen. Sepanjang Sungai Cipinang dan Sunter yang ada pabrik biskuit, pabrik susu, jadi ya nggak mungkin membuang detergen," jelasnya.

Penampakan busa di Kali SunterPenampakan busa di Kali Sunter, Senin (26/2) (Alpin Arapli/pembaca detikcom)
Sebelumnya diberitakan, munculnya busa di Kali Sunter di Jl Gading Raya, Jakarta Utara, dekat ITC Cempaka Mas membuat resah warga. Menurut warga, kehadiran busa itu tidak sedap dipandang.

"Jadi berawal sering lewat situ saat berangkat kerja, di Kali Sunter dekat lampu merah itu kok dilihat seperti busa. Jadi si busa ini kalau hujan makin banyak, kalau kemarau nggak," ujar pembaca detikcom, Alpin Arapli, saat dihubungi via telepon, Selasa (27/2). (ams/imk)