DetikNews
Minggu 25 Februari 2018, 00:26 WIB

Jalur Kereta Lumpuh Akibat Banjir Cirebon, Ini Penjelasan Kemenhub

Mochamad Zhacky - detikNews
Jalur Kereta Lumpuh Akibat Banjir Cirebon, Ini Penjelasan Kemenhub Foto: Sudirman Wamad
Jakarta - Meluapnya Sungai Cisanggarung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat merendam jalur kereta api antara Stasiun Ketanggungan Brebes-Ciledug Cirebon. Akibatnya, jalur tersebut lumpuh. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri memberi penjelasan.

Zulkifri mengatakan, perlintasan kereta yang lumpuh akibat banjir yakni di jalur lintas utara dan selatan. Dia menilai, beberapa jalur membutuhkan perbaikan akibat genangan air yang cukup panjang sampai 700 meter.



Di jalur utara antara Stasiun Tanjung-Stasiun Losari juga belum surut. Hal itu dikarenakan jalur kereta yang dekat dengan muara.

"Nah yang terkena dulu cukup deras itu di Ciledug dari Cirebon ke Prupuk cukup parah sepanjang 700 meter dia menggantung tapi tidak seperti di Bogor. Sehingga perlu perbaikan," kata Zulfikri di restoran Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018).



"Kalau yang di tadi di Ciledug surutnya cepat sekali. Kemarin kejadian malam siang sudah surut. Sementara yang di Losari surutnya cukup lama karena mendekati muara. Tadi sore semua sudah beroperasi walaupun dengan kecepatan terbatas namun untuk yang di Ciledug baru satu yang beroperasi yang ke arah Prupuk. Nah yang satu lagi yang 700 meter menggantung ini masih kerjakan mudah-mudahan malam ini cepat selesai. Saya tadi ke sana kita turun all out semuanya," lanjutnya.

Zulfikri memperkirakan beberapa jalur kereta api yang tergenang bisa segara surut. Paling cepat, katanya, besok sudah bisa kembali normal.

"Nggak sampai sehari. Besok saya kira selesai. Karena di Losari tidak ada menggantung masih utuh tinggal kita menunggu dan test dulu," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenhub akan mempertimbangkan untuk meninggikan jalur kereta api. Salah satu jalur yang akan dibuat tinggi yakni jalur utara, menuju Losari.

"Kita harus liat dulu historisnya. Curah hujan berapa tahun ada yang 20 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Memang seperti yang di Ciledug cukup tinggi. Tapi karena seperti air bandang kata warga. Kalau di Losari memang tergenang namun mungkin trak kita harus diantisipasi ditinggiin dikit. Sepanjang 1,1 kilometer antar jembatan di tengahnya agak turun sedikit mungkin kita angkat 30-40 cm. Kita lihat topografi dan curah hujannya," jelas Zulfikri.
(idn/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed