DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 14:39 WIB

#NovelKembali, Apa Kabar Kasus Penyiraman Air Keras?

Audrey Santoso - detikNews
#NovelKembali, Apa Kabar Kasus Penyiraman Air Keras? Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal. (Audrey-detikcom)
Jakarta - Penyiram air keras terhadap Novel Baswedan masih bebas berkeliaran hingga hari ini. Penyidik senior KPK itu sendiri akan kembali Kamis (22/2) besok, setelah menjalani perawatan selama hampir 10 bulan di Singapura.

Meski pelaku belum berhasil ditangkap, Polri mengatakan penyidikan menunjukkan kemajuan. Kemajuan yang dimaksud adalah pemeriksaan terhadap puluhan saksi, terbitnya sketsa wajah 4 terduga pelaku, dan penyidikan gabungan dengan KPK.


"Saat ini memang kami (Polri), Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini, sudah melangkah maju, progresnya sudah banyak. Sudah puluhan saksi yang diperiksa. Terus juga gambar sketsa wajah dibuat. Bahkan juga bersama tim KPK kita melakukan proses penyelidikan bareng," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2018).

"Jadi KPK, Polda Metro Jaya melakukan upaya-upaya efforts," lanjut dia.


Jika kasusnya belum terungkap, Iqbal menerangkan, hal itu dikarenakan karakteristik kasus yang sulit. Dia menambahkan, bukan hanya kasus Novel saja yang belum berhasil diungkap kepolisian.

Novel BaswedanNovel Baswedan (Foto: dok. Istimewa)

"Yang harus diingat bahwa setiap kasus mempunyai karakteristik yang berbeda. Banyak kasus-kasus lama yang baru terungkap. Ya kasus-kasus pembunuhan, kasus lain, banyak. Maksud saya gini, Polda Metro Jaya sudah maju ke depan, upaya sudah banyak dilakukan," terang Iqbal.


Iqbal mengajak masyarakat turut mendoakan agar kasus ini cepat terungkap. "Jadi doakan saja, bahwa tim gabungan kami (Polri-KPK) segera menuntaskan," tandas dia.

Novel mengalami teror penyiraman air keras di dekat rumahnya setelah menjalankan salat subuh pada Selasa, 11 April 2017. Di luar koordinasi Polri-KPK, ada juga pihak yang mendorong Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus yang menimpa Novel.

[Gambas:Video 20detik]


(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed