ADVERTISEMENT

Polisi Belum Temukan Pidana di Kasus Bocah Lemas Diajak Ngamen

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Kamis, 15 Feb 2018 17:20 WIB
Jumpa pers kasus bapak bawa anak untuk mengamen di Jakpus. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Zalfur (61), bapak yang memanfaatkan anaknya, MU (11 bulan), untuk mengamen diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi mengaku belum menemukan adanya unsur pidana dalam kasus ini.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu menjelaskan pihaknya telah memeriksa orang tua MU, Zalfur dan Rochma Hariyati alis Bela (35). Pasangan ini ternyata tidak punya tempat tinggal.

"Jadi bapaknya untuk mencari nafkah mencari uang dengan ngamen," katanya dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2018) sore. Dia bicara didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta Chaidir dan Komisioner KPAI bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah.


Jumpa pers kasus bapak bawa anak untuk mengamen di Jakpus Jumpa pers kasus bapak membawa anak untuk mengamen di Jakpus. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)


Kombes Roma menegaskan MU adalah anak Zalfur dan Bela. Ini sekaligus menepis isu yang beredar bahwa MU adalah bocah yang biasa disewakan untuk mengemis atau mengamen.


"Hasil pemeriksaan sementara, kita tidak melihat adanya unsur pidana karena ini unsur ekonomi. Tolong dibedakan kalau anak itu disewakan. Tapi secara diperiksa justru orang tua itu orang tua kandung dan korban tidak punya tempat tinggal," ujarnya.

Kombes Roma mengatakan Zalfur dan istri serta 4 anaknya tinggal menggelandang di wilayah Tanah Abang. Untuk menghidupi keluarga, Zalfur mengamen sambil membawa MU.

Zalfur biasa membawa MU mengamen di wilayah Jakarta Pusat, salah satunya di wilayah Sabang. Dia sengaja membawa anaknya agar orang-orang yang lewat iba dan mau memberi uang.

"Intinya, kami sudah mengklarifikasi, pemeriksaan ini akan terus dilanjutkan. Sementara ini belum ditemukan pidananya. Nanti kita carikan solusi bagaimana untuk orang tuanya," pungkas Kombes Roma. (hri/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT