DetikNews
Senin 12 Februari 2018, 14:56 WIB

Mensos: Unhas Sudah ke Asmat, Kita Harapkan UI Juga

Eva Safitri - detikNews
Mensos: Unhas Sudah ke Asmat, Kita Harapkan UI Juga Mensos Idrus Marham di acara Rakornas Data Terpadu Kemensos 2018 Foto: Eva Safitri/detikcom
Jakarta - Tim medis dan kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar sudah terjun ke Kabupaten Asmat, Papua, untuk membantu menangani masalah kesehatan warga di sana. Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

"Unhas sudah mengirim ada 19 guru besar, dokter ke sana, dan sementara masih di sana. Tentu juga nanti ada beberapa perguruan tinggi, nanti juga akan kita sama-sama, kita harapkan juga UI," kata Idrus.

Pernyataan tersebut disampaikan Idrus dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Data Terpadu Kementerian Sosial Tahun 2018 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/2/2018).


"Mudah-mudahan dalam waktu singkat ini ada program kebersamaan dengan UI untuk sama-sama bagaimana Asmat itu bisa dikembangkan sedemikian rupa," sambungnya.

Soal kasus gizi buruk dan campak di Asmat, Idrus menyatakan, status tanggap darurat sudah berakhir. Pemerintah menurutnya sudah melakukan berbagai langkah cepat.

"Maka langkah yang bisa kita lakukan ke depan adalah langkah perawatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Dari Kementerian Sosial tentu program rastra (beras sejahtera).


Idrus menyebut, Kemsos juga sudah membentuk Tagana di Asmat bekerja sama dengan pemda setempat. Dia memastikan seluruh keluarga miskin di Asmat akan mendapatkan rastra, selain itu juga Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Kemendikbud serta Kartu Indonesia Sehat (KIS)dari Kementerian Kesehatan.

Selain itu, lanjut Idrus, berdasarkan masukan yang ada dan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dipimpin Menko PMK Puan Maharani, Kementerian Sosial juga sudah menyusun konsep terkait relokasi masyarakat Asmat.

"Kementerian Sosial sudah menyusun satu konsep sebagai pegembangan dari pemberdayaan komunitas adat terpencil atau KAT," ucapnya.


"Bagaimana pengembangannya, itu diinspirasi oleh pertanyaan bapak Presiden yang menyampaikan 'apa memungkinkan di Asmat itu dilakukan relokasi apa tidak?' Maka konsep yang diajukan berdasarkan masukan-masukan yang ada, kita mengajukan konsep relokasi terbatas, relokasi terkonsentrasi sebagai pengembangan dari pemberdayaan KAT itu," sambungnya.
(hri/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +