DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 14:45 WIB

Jalan Panjang Mata Bor yang Tak Pernah Sampai Menyodet Ciliwung

Danu Damarjati - detikNews
Jalan Panjang Mata Bor yang Tak Pernah Sampai Menyodet Ciliwung Ilustrasi: Bor sodetan Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta - Di musim hujan ini, ingatan warga Jakarta soal ancaman banjir kembali muncul. Pihak Pemerintah Provinsi DKI diharapkan bisa segera bertindak meneruskan proyek-proyek yang bisa menanggulangi banjir, salah satunya adalah sodetan Ciliwung.

Proyek sodetan Ciliwung adalah proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) senilai RP 550 miliar. Pihak Pemprov DKI perlu membebaskan lahan warga di wilayahnya supaya proyek ini bisa digarap sampai rampung.

Ada daerah bernama Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, yang menjadi pusat perhatian isu sodetan Ciliwung. Lahan warga di Bidara Cina akan menjadi pintu masuk air (inlet) dari Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Pemerintah butuh membebaskan lahan di sini seluas 1,35 ha supaya bisa dijadikan inlet. Tak ada pilihan lain selain merelokasi warga.

Bila sodetan Ciliwung ini rampung dibangun, maka air Ciliwung yabg bisa mengalir ke Kanal Banjir Timur sebesar 60 meter kubik per detik. Ini sama artinya bisa mengurangi 10 persen beban aliran Ciliwung, berarti potensi banjir akibat limpasan Ciliwung bisa dikurangi.

[Gambas:Video 20detik]


Namun warga Bidara Cina tak mau begitu saja memberikan lahannya untuk dijadikan sudetan. Warga tak mau dipindah ke Rumah Susun Sewa, melainkan ingin diindah ke hunian yang berstatus hak milik. Warga ingin Pemprov DKI mengedepankan dialog ketimbang main gusur. Upaya-upaya hukum dilakukan.

Jalan Panjang Mata Bor yang Tak Pernah Sampai Menyodet CiliwungFoto: Edward Febriyatri Kusuma


Yang paling monumental, warga Bidara Cina menang gugatan terhadap Pemprov DKI di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 25 April 2016. Majelis hakim PTUN mengabulkan gugatan bernomor 59/G/2016/PTUN itu untuk seluruhnya. Konsekuensinya, Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 2779 Tahun 2015 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sodetan Kali Ciliwung menuju KBT menjadi batal.

Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum warga Bidara Cina. Merayakan kemenangan di PTUN, Yusril syukuran bersama warga Bidara Cina pada 3 Mei 2016.



Pemprov DKI tak menyerah, mereka mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). "Pasti (kasasi)," kata Gubernur Jakarta waktu itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balai Kota, Kamis (28/4/2016).
Jalan Panjang Mata Bor yang Tak Pernah Sampai Menyodet CiliwungYusril di Bidara Cina (Ahmad Ziaul Fitrahudin/detikcom)

Gara-gara putusan PTUN itu, aktivitas pengeboran di Jalan Oto Iskandar Dinata Raya III, Jatipadang, Jakarta Timur, terganggu. Mata bor penyodet pun tak pernah sampai tujuan.

Bila tak ada aral melintang, pengeboran seharusnya dilakukan dua arah sehingga kedua mata bor akan bertemu di Jalan Oto Iskandar Dinata Raya III. Diameter pengeboran adalah 3,5 meter, lubang terowongan kemudian dilapisi pipa setebal 25 cm. Bor ini adalah buatan ISEKI Polyytech Jepang, dioperasikan ahli dari Jepang dan Indonesia.

Jalan Panjang Mata Bor yang Tak Pernah Sampai Menyodet CiliwungGubernur terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Danu Damarjati/detikcom)


Kini kepemimpinan DKI Jakarta berganti ke Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Sejak sebelum menjadi gubernur dan wakil gubernur, mereka berdua sudah berjanji untuk tak main gusur ke warganya.

"Mari kita kembali menjadi jadikan kota ini menjadi kota yang bukan gusur-menggusur, kota yang memberikan kepastian tempat tinggal. Kita menginginkan Jakarta jadi kota yang adil," kata Anies di Kalijodo, Jakarta, 15 April 2017 alias sebelum dilantik menjadi Gubernur DKI.

Presiden Jokowi, Gubernur Jakarta Anies, dan Wagub Jakarta SandiagaPresiden Jokowi, Gubernur Jakarta Anies, dan Wagub Jakarta Sandiaga Foto: Agus Suparto/Setpres


Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat berpesan soal sodetan Ciliwung ke Anies dan Sandiaga saat bertemu di Istana Negara Jakarta, 10 Oktober 2017 lalu. Jokowi ingin agar proyek itu dirampungkan.

"Itu masih ada satu-dua yang belum bebas. Itu juga saya perintahkan untuk segera ditindaklanjuti pembebasannya," kata Jokowi di Jakarta pada 26 Oktober 2017.

Kini Sandiaga Uno akan mengajak warga Bidara Cina berdialog, supaya mereka bersedia direlokasi. Sandiaga berpandangan lahan di situ adalah lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, namun dikuasai warga.

[Gambas:Video 20detik]



"Kita ingin mencari sebuah format bagaimana masyarakat bisa setuju untuk merelakan tanahnya untuk fasilitas yang akan dinikmati seluruh publik Jakarta. Jadi kita nggak boleh egois juga. Pengendalian banjir sangat dibantu dengan adanya sodetan ini," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018).

Lalu bagaimana cara Anies dan Sandiaga menyikapi masalah di Bidara Cina? Apakah warga Bidara Cina mau direlokasi demi proyek sodetan Ciliwung, atau ada solusi lain? Kita nantikan saja yang terjadi selanjutnya.



(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed