Polisi Kantongi Bukti Tambahan soal Penganiaya 2 Tokoh Agama di Jabar

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 02 Feb 2018 18:44 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal (Audrey Santoso/detikcom)
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Penganiaya Ustaz Prawoto diduga memiliki gangguan kejiwaan. Ada beberapa fakta yang mendasari kesimpulan itu.

"Kalau misalnya menetapkan itu pelaku mengalami gangguan jiwa itu jelas ada bukti pendukung. Karena dirawat di rumah sakit jiwa. Setelah didiagnosa mengalami depresi mental," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2018).


Iqbal mendapat informasi bahwa pelaku sering berperilaku emosional dan tidak terkontrol. Namun, apabila ada bukti baru di luar kesimpulan tersebut, Polri akan menindaklanjutinya.

"Ada track record-nya. Sering ngamuk dan lain-lain. Tapi apabila ada novum nanti, pasti akan kami tindak lanjuti," ujar Iqbal.


Terkait adanya dua kejadian ulama yang dianiaya pelaku yang mengalami masalah kejiwaan, itu adalah sebuah kebetulan. Dua kejadian ini berada di dua lokasi.

"Saya mulai dari secara kebetulan. Kebetulan di Jawa Barat," ucap Iqbal.


Seperti diketahui, penganiayaan terhadap pemuka agama ini pertama kali terjadi pada pimpinan Ponpes Al-Hidayah KH Umar Basri (60) pada Sabtu (27/1), di dalam masjid seusai salat subuh. Umar dilarikan ke RS karena mengalami luka cukup parah.

Umar dianiaya pelaku dengan kayu. Pelaku yang bernama Asep (50) diduga kuat mengalami gangguan jiwa.

Satu kasus lainnya ialah yang dialami Ustaz Prawoto. Komandan Brigade Persis ini dianiaya Asep Maftuh hingga meninggal pada Kamis (1/2). Ustaz Prawoto dipukul di bagian kepala dengan pipa besi. Ia sempat dilarikan dulu ke RS, tapi nyawanya tak tertolong.


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta masyarakat tak bereaksi berlebihan menyikapi kasus penganiayaan terhadap dua tokoh agama yang terjadi di Kabupaten Bandung. Hal ini untuk menjaga situasi kondusif menjelang Pilkada Serentak 2018. Dia meminta agar kewaspadaan mulai ditingkatkan.

"Tentu saya prihatin dan berbelasungkawa terhadap dua tokoh yang dianiaya. Salah satunya meninggal," kata Ahmad Heryawan saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, hari ini.

"Jadi jangan mereka-reka ada apa di balik ini atau sebagainya. Semoga ini merupakan murni musibah yang menimpa dua tokoh agama ini," imbuh dia. (jbr/rvk)