Idrus Marham Sesuaikan Program Kemensos dengan Nawacita Jokowi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 01 Feb 2018 14:50 WIB
Menteri Sosial Idrus Marham (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Idrus Marham telah dua pekan menjabat Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Dalam sisa waktu sekitar 1,5 tahun, Idrus memikirkan program institusinya dengan tak hanya memberi bantuan.

"Saya tak ingin ada pikiran Kemensos ini hanya bagi-bagi. Betul itu yang dilakukan karena domain Kemensos itu fakir miskin," kata Idrus saat diwawancarai di kantornya, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

Idrus pun mencocokkan program kerjanya dengan Nawacita Presiden Joko Widodo. Dia ingin program Kemensos menyasar masyarakat Indonesia yang berada di bagian terluar. Selain itu, dia juga menyesuaikan dengan poin revolusi mental dan memperkuat kebinekaan.


"Dan sesuai visi Presiden Jokowi, Nawacita, yang pertama membangun Indonesia dari pinggir. Kedua meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Kemudian nomor 8, melakukan revolusi mental, karakter bangsa. Kemudian yang terakhir memperteguh kebinekaan, restorasi sosial. Ini yang saya jadikan landasan," ucap Idrus.

Dia mengatakan akan melanjutkan program Beras Sejahtera (Rastra), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Program ini sudah dijalankan Khofifah.

Idrus mengaku tengah mencari program pemberdayaan sosial yang tepat. Hal ini dilakukan untuk memunculkan kemandirian dari masyarakat kalangan bawah.

Pemerintah sempat mengeluarkan program padat karya cash. Program ini melibatkan Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Padat karya cash dibuat untuk meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja sementara, menurunkan angka stunting (kurang gizi), serta mengurangi kemiskinan.


Idrus mengatakan pemberdayaan masyarakat memang memerlukan sinergi dengan kementerian lain. Di Kemensos sendiri, dia berwacana untuk memberikan pekerjaan kepada 10 juta keluarga yang ikut program PKH.

Bersama Kementerian Perindustrian juga, kata Idrus, dapat dilakukan pertambahan home industry di kalangan masyarakat. Selain itu, Kemensos juga akan menggandeng Kementerian Agraria Tata Ruang/BPN untuk redistribusi tanah kepada orang miskin.

"Karena yang kita beri PKH itu ada 10 juta keluarga. Kita akan data, apakah masih ada yang muda dan tak punya pekerjaan. Kita punya 40 ribu pendamping di PKH ini," ucap dia.

"Kita ada datanya nih. Dan sesuai dengan UU 13/2011, data ada di sini. Kita selalu perbaiki data orang miskin yang sangat dinamis ini," sambungnya.


Pada poin revolusi mental, Idrus tengah menggodok program untuk mengangkat mental masyarakat. Dia ingin masyarakat Indonesia memiliki semangat dan mental bersaing.

Dia mencontohkan Jerman dan Jepang yang dapat bangkit setelah babak belur di Perang Dunia kedua. Idrus juga menyebut kuatnya mental Cina yang memiliki kekuatan ekonomi besar saat ini.

"Revolusi Mental dalam perpektif Kemensos adalah agar orang punya harapan untuk hidup. Kan ini penting. Kalau orang tak semangat hidup, bawaannya malas," ungkapnya.

"Lalu bagaimana programnya? Ini yang saya minta susun. Ini loh yang penting, membangkitkan semangat hidup rakyat, membangkitkan motivasi hidup rakyat, membangkitkan semangat bersaing rakyat," sambung Idrus. (jbr/van)