DetikNews
Rabu 31 Januari 2018, 19:12 WIB

Polisi Sita 170 HP dari 10 Driver Grab Pengantar 'Tuyul'

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Sita 170 HP dari 10 Driver Grab Pengantar Tuyul Foto: Barang bukti Grab pengantar tuyul (Mei-detikcom)
Jakarta -
Sepuluh driver Grab Car ditangkap karena melakukan order fiktif, seolah-olah mengantarkan penumpang (tuyul). Dari para pelaku, polisi menyita 170 unit handphone yang digunakan untuk rooting device sehingga seolah-olah terdapat transaksi.
"Mereka menggunakan laptop, kemudian ada 170 handphone untuk melakukan rooting device tadi," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
Nico mengatakan, 10 tersangka yang berperan sebagai driver memang terdaftar secara resmi sebagai mitra di Grab Indonesia. Mereka melakukan registrasi dengan pula memasukkan mobil yang akan dijadikan sebagai sarana untuk antar-jemput penumpang.
"Akan tetapi, mereka tidak benar-benar mengangkut penumpang, mereka hanya duduk saja," kata Nico.



Polisi Sita 170 Handphone dari 10 Driver Grab Pengantar 'Tuyul'Foto: Barang bukti Grab pengantar tuyul (Mei-detikcom)
Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Karmadibrata mengakui bahwa 10 tersangka adalah mitra Grab Car. Akan tetapi, mereka tidak melakukan pekerjaannya sebagai mana mestinya dan hanya bekerja di belakang meja saja.
"Kenapa bisa dilakukan, karena mereka melakukan rooting device, jadi device-nya itu diutak-atik sehingga bisa memasukan program tambahan yang tidak legal, jadi ini kombinasi tadi pura-pura jadi penumpang dan pengemudi," papar Ridzki.
Ridzki menambahkan, pihaknya telah mengetahui hal ini selama berbulan-bulan. Namun, pihaknya memilih untuk 'membiarkan' terlebih dahulu agar bisa membawa para pelaku ke meja hijau.
"Kita sebetulnya mengetahui hal ini, jadi bukannya tidak kita ketahui, tapi kita kerja sama dengan polisi, karena ini adalah murni kriminal dan kita ingin bawa ini ke meja hijau," tutur Rudzki.
Sementara itu, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, para pelaku melakukan aksinya di sebuah warung di Jl Taman Aries, Kembangan, Jakarta Barat.
"Mereka bekerja pada jam-jam sibuk sampai dengan jam 4 sore, dan mereka selalu mendapatkan predikat 'excellent' setiap habis mengantarkan tumpangan, jadi itu yang membuat mereka mendapatkan insentif yang tinggi dari Grab," papar Agus.
Sepuluh tersangka ini bisa melakukan hal itu atas bantuan tersangka AA dan CRN. Mereka lah yang melakukan rooting device, sehingga para driver Grab Car 'tuyul' ini bisa mendapatkan orderan fiktif.
"Mereka bekerja sangat cepat. Untuk satu kali order hitungannya detik, enggak sampai menit," tambah Agus.



(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed