DetikNews
Senin 29 Januari 2018, 17:25 WIB

Berkas Kasus Polisi Rampok Uang Bank Rp 10 M Dilimpahkan ke Kejati

Audrey Santoso - detikNews
Berkas Kasus Polisi Rampok Uang Bank Rp 10 M Dilimpahkan ke Kejati Foto: Brigadir Jumadi, oknum polisi yang diduga merampok kas bank di Kalsel. (Istimewa)
Jakarta - Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengirimkan berkas perkara kasus perampokan dana Bank Mandiri cabang Tabalong ke Kejaksaan Tinggi Kalsel senilai Rp 10 miliar yang melibatkan Polres Tabalong Brigadir Jumadi (31). Pelimpahan itu masih tahap satu.

Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengirimkan berkas perkara kasus perampokan dana Bank Mandiri cabang Tabalong ke Kejaksaan Tinggi Kalsel tahap satu. Salah satu tersangka perampokan ini yaitu anggota Polres Tabalong Brigadir Jumadi (31).

Kabid Humas Polda Kalsel AKBP M Rifai mengatakan berkas tersebut beromor B/04-2/I/2018/Ditreskrimum tanggal 29 Januari 2018. Hanya ada dua nama tersangka dalam berkas itu, Brigadir Jumadi dan rekannya Yongky alias Jawa (34).


Rifai menerangkan dalam berkas itu tidak ada nama anggota TNI insial Kopda A yang juga terlibat. Berkas Kopda A diproses oleh polisi militer setempat.

"Memang hanya dua yang ada di berkas, karena untuk Kopda A, dia diproses oleh POM TNI," jelas Rifai dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (29/1/2018).

Selain proses pidana, Rifai mengatakan Brigadir Jumadi juga akan menjalani sidang kode etik profesi dalam waktu dekat. Rifai memastikan sidang kode etik akan menjatuhkan sanksi pemecatan tidak dengan hormat kepada Jumadi.

"Sejak dia melakukan hal itu (perampokan) saja dia sudah dilepas seragamnya. Yang bersangkutan pasti dipecat dengan tidak hormat," tegas Rifai.


Perampokan ini terjadi pada Kamis (4/1) pukul 14.30 WITA. Saat itu Brigadir Jumadi mengawal mobil bank bersama seorang teller bank berinisial A dan sopir bank berinisal G.

Dalam perjalanan, rekan Jumadi bernama Yongky berpura-pura menumpang mobil. Ketika menuju Bank Mandiri cabang Tabalong, Jumadi meminta mampir lebih dulu di Polsek Martapura dengan alasan mengambil sesuatu yang tertinggal.

Jumadi tiba-tiba menodongkan pistol saat mobil mengarah ke jalan yang agak sepi dan mengancam akan menembak jika A dan G tak menuruti perintahnya. Setelah mengendalikan situasi, Jumadi dan rekannya melakban mata, mulut, tangan, serta kaki A dan G.

Setelah Jumadi dan Yongky ditangkap, diketahui ada keterlibatan Kopda A dalam merencanakan perampokan ini. Saat perampokan, jumlah uang milik Bank Mandiri yang berhasil digasak Rp 10 miliar.


(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed