Korban Kebakaran Tamansari Laporkan Kehilangan Surat Berharga

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 29 Jan 2018 15:09 WIB
Foto: Posko pelaporan kehilangan didirikan personel TNI/Polri di lokasi kebakaran Tamansari. Fotografer: Arief Ikhsanudin/detikcom
Jakarta - Posko pelaporan kehilangan didirikan personel gabungan TNI/Polri di lokasi kebakaran Krukut, Tamansari, Jalarta Barat. Ada 100 lebih korban kebakaran yang melaporkan kehilangan surat-surat berharga.


"Sudah 100 orang lebih yang datang ke posko gabungan TNI/Polri untuk membuat laporan kehilangan. Adapun sebagian besar yang dilaporkan yaitu kehilangan KTP, buku tabungan, BPJS, NPWP dan lain-lain," kata Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Erick Frendriz dalam keterangannya, Senin (29/1/2018).

Posko ini dibuat untuk membantu warga korban kebakaran Tamansari. Laporan ini sama dengan laporan di kantor atau Mapolsek Tamansari. "Jadi korban tidak perlu jauh-jauh ke Mapolsek Tamansari," ucap Erick.



Salah satu korban kebakaran yang datang mengurus kehilangan surat adalah Siti Jubaedah (46). Dia melaporkan surat berharga yang terbakar saat kejadian. "Yang hilang KK (Kartu Keluarga), KTP, BPJS, surat mitra Go-Jek, SIM C," kata Siti.



Siti tidak sempat menyelamatkan surat-surat berharga karena panik. Tak hanya itu, motor untuk ngojek terbakar. "Ya namanya juga panik. Motor aja hangus diparkir di pinggir gang," ujar dia.



Siti merasa terbantu dengan adanya pos ini. Dia bisa dengan segera mengurus surat kehilangan. "Alhamdilillah terbantu. Jadi enggak jauh-jauh (mengurus surat-surat berharga)," kata Siti.

Kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah terjadi pada Sabtu (27/1) sekitar pukul 02.30 WIB. Polisi telah menetapkan Sanidya alias Soni sebagai tersangka. Namun, polusi harus lakukan tes kejiwaan kepada tersangka.



"Karena menurut yang bersangkutan, yang bersangkutan membakar karena pengaruh dari goib, yang namanya Irma," ucap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, kepada wartaean di lokasi, Senin (29/1). (aik/aan)