DetikNews
Rabu 24 Januari 2018, 08:35 WIB

100 Hari Anies-Sandi

100 Hari Anies-Sandi dan Geliat Program Unggulan OK OCE

Jabbar Ramdhani - detikNews
100 Hari Anies-Sandi dan Geliat Program Unggulan OK OCE Foto: Gerai OK OCE Mart (Seysha Desnikia/detikcom)
FOKUS BERITA: 100 Hari Anies-Sandi
Jakarta - One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE) jadi salah satu program yang sudah diwacanakan sebelum Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

OK OCE masuk ke dalam program kerja prioritas untuk menciptakan wirausahawan dan lapangan kerja baru. Program OK OCE dibuat untuk pembangunan ekonomi yang berpihak pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Beberapa bulan setelah terpilih, Sandiaga mengatakan sudah ada 15 ribu anggota yang tergabung ke dalam OK OCE. Dia ingin anggota OK OCE memiliki keterampilan yang bersaing.



Pada medio Juni 2017, sudah ada 2 toko kelontong OK OCE Mart yang dibangun. Setelah di Kebayoran Baru, Jaksel, toko kelontong OK OCE Mart dibangun di kawasan Muara Angke, Jakut.

100 Hari Anies-Sandi dan Geliat Program Unggulan OK OCEFoto: Sandiaga Uno saat meresmikan stan OK OCE di kantor Kecamatan Tanah Abang (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Saat itu, Sandiaga menjanjikan ada tiga OK OCE Mart baru yang akan dibangun setiap bulannya. Pihaknya menargetkan OK OCE Mart dibangun di 44 kecamatan yang ada di Jakarta.

"Insyaallah ini akan menjadi program unggulan. Nanti akan ada di OK OCE Mart kita jadwalkan ada 3 lagi tiap bulannya," ujar Sandiaga di Jalan Dermaga, Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (15/6/2017).


Soal modal bagi para peserta, Sandiaga mengatakan tak akan mengambil dari APB. Dia mengatakan Pemprov DKI akan menyerahkan permodalan bagi peserta OK OCE di 44 kecamatan kepada pihak perbankan.

Program OK OCE ini dikatakan dapat langsung dilaksanakan setelah Anies-Sandi dilantik. Namun, sempat ada ramai-ramai ketika publik mengetahui program ini akan dipimpin oleh kakak kandung Sandiaga, Indra Uno.


Hingga akhirnya, Indra Uno dicopot dari posisinya tersebut. Posisinya digantikan Faransyah Jaya, Sekjen OK OCE. Sandiaga mengaku sedih dengan pencopotan ini karena merasa Indra Uno sebagai orang yang mengerti pemikirannya.

"Iya, betul. Sedih sebetulnya saya. Tapi ini adalah konsekuensi. Saya kakak satu, tidak punya adik. Dia yang paling mengerti pemikiran saya. Tapi, dalam komitmen untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan, dia harus mundur," kata Sandiaga di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).


Dalam RAPBD 2018, Pemprov DKI mengalokasikan dana sebanyak Rp 82 miliar untuk program OK OCE. Anggaran sebanyak itu akan dipakai untuk pendampingan anggota OK OCE dan pembangunan tempat kumpul kreatif (coworking space) di tiap kecamatan.

Pemprov DKI menargetkan dalam satu tahun akan ada 50 sampai 70 pelatihan. Untuk anggotanya dalam satu bulan ditargetkan sebanyak 4 ribu. Per hari ini di tiap kecamatan di Jakarta setidaknya sudah ada 50 anggota OK OCE.

Program OK OCE telah dimulai pada Selasa (5/12/2017). Warga Jakarta bisa ikut pelatihan gratis di kantor kecamatan setiap hari Sabtu.


Program OK OCE sempat ramai terkait 'modal' yang akan diterima anggotanya. Hal ini bermula dari spanduk berisi janji pada kampanye Anies-Sandi di Pilkada 2017 lalu. Sandiaga meminta warga tak salah memahami.

100 Hari Anies-Sandi dan Geliat Program Unggulan OK OCEFoto: Stan OK OCE (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Dalam spanduk kampanye Anies-Sandi tertulis, 'Ayo bergerak ambil kesempatan. Dimodalin punya bisnis! Disediain tempat usaha! Dicariin Pembeli! Coblos nomor 3'.

Sandiaga menjelaskan maksud 'dimodalin' dari spanduk itu ialah memfasiliasi anggota untuk mendapatkan modal bantuan akses permodalan ke lembaga pembiayaan atau perbankan. Menurutnya, program OK OCE Pemprov DKI Jakarta tak serta merta memberikan langsung sejumlah uang sebagai modal usaha kepada warga atau calon wirausaha.


Program ini juga sempat dikritik anggota Komisi B Nur Afni Sajim meminta Dinas UMKM selektif menyaring pesertanya dan tidak melatih pedagang musiman. Ia mempersoalkan keterlibatan lurah dan camat dalam mencari pedagang peserta program OK OCE.

Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat itu juga menilai Dinas UMKM tak perlu membuat pelatihan. Afni menyebut pelatihan yang digagas Dinas UMKM hanya 'cuap-cuap'.

"Bikin kegiatan yang baik, kalau Dinas UMKM nggak perlu buat pelatihan nggak apa-apa. Wong pelatihan juga hanya paparan, pedagangnya juga nggak ngerti. Ini pelatihan cuap-cuap, dan saya kontrol betul itu pelatihan di Jakbar," terang Afni saat rapat antara Komisi B DPRD DKI Jakarta dan Dinas UMKM di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.


Terkait kritik tersebut, Sandiaga meminta maklum soal program yang baru berjalan ini. Menurutnya pendamping pelatihan masih diperlukan dan butuh waktu untuk membuat program ini lebih baik.

Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta sendiri akan menempatkan empat pendamping peserta OK OCE di tiap kecamatan. Setiap bulan para pendamping peserta OK OCE menerima gaji Rp 3,6 juta.

Sandiaga berharap lima tahun ke depan program ini dapat menghasilkan 200 ribu wirausahawan baru. Dengan dijalankan bersama program lainnya, OK OCE juga diharap dapat mengurangi kemiskinan 1 persen selama 5 tahun.
(jbr/nvl)
FOKUS BERITA: 100 Hari Anies-Sandi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed