DetikNews
Senin 22 Januari 2018, 11:12 WIB

Sidang Setya Novanto

Cari Tahu soal Proyek e-KTP, Eks Country Manager HP Bertemu Novanto

Faiq Hidayat - detikNews
Cari Tahu soal Proyek e-KTP, Eks Country Manager HP Bertemu Novanto Para saksi yang dihadirkan di sidang Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Mantan Country Manager HP (Hewlett-Packard) Enterprise Service, Charles Sutanto Ekapradja, mengaku pernah bertemu dengan Setya Novanto. Pertemuan dilakukan di kediaman Novanto.

Awalnya, menurut Charles, dia diminta Johannes Marliem mencari tahu soal proyek e-KTP di Indonesia. Charles pun menemui Made Oka Masagung, yang merupakan orang kepercayaan Novanto.

"Saya tanya Made Oka, tahu nggak proyek ini. Ya kalau boleh dikenalin biar tahu informasinya," ujar Charles saat bersaksi dalam sidang Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018).




Charles mengaku mengenal Made Oka melalui mertuanya. Saat bertemu Made Oka, Charles diminta ikut dalam mobil.

"Setelah tanya Made Oka lalu?" tanya hakim.

"Dia (Made Oka) bilang akan cek. Ya sudah, saya melakukan pekerjaan sehari-hari. Ikut disuruh mobilnya akhirnya ketemu Pak Novanto," ucap Charles.

Hakim mengaku tidak mengetahui tujuan Made Oka mengajak Charles bertemu dengan Novanto di kediaman mantan Ketua DPR ini. Ketika itu, Made Oka berbicara dengan Novanto di ruangan lain.

"Di sana bahas apa?" tanya hakim.

"Saya keahlian HP, bicara ke ruangan lain mereka. Setelah itu pulang, saya tanya itu siapa tadi. Dia bilang ikutin saja prosesnya," ucap Charles.


"Memang Anda tidak kenal Novanto sebelumnya, kok tanya dia siapa?" tanya hakim.

"Maksud saya, peran beliau apa (proyek e-KTP)," jawab Charles.

Charles juga pernah bertemu kembali dengan Novanto di DPR, lagi-lagi diajak Made Oka. Saat itu, menurut Charles, hanya ada kegiatan makan siang bersama anggota DPR.

"Di DPR ramai-ramai makan siang," kata Charles.


Setelah itu, Charles juga menyatakan dihubungi Made Oka untuk bertemu Novanto kembali. Saat pertemuan itu juga ada pengusaha PT Sandipala, Paulus Tanos.

"Saya ditelepon sudah di rumah Pak Novonto, saya datang, ketika itu ada Pak Paulus Tanos. Saya ditanya cost kartu produksi itu berapa, saya jawab berdasarkan HP, cost sekitar USD 2,5 per ID. Bisa menggunakan chip dari negara lain. Terus terang HP tidak pernah keluar standar umum, jadi tidak bisa menjawab itu. Semestinya chip dibutuhkan ISO," tutur Charles.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed