DetikNews
Minggu 21 Januari 2018, 18:49 WIB

Pertanyakan Zulkifli, PPP: PAN Tak Hadir di Rapat KUHP Soal LGBT

Elza Astari Retaduari - detikNews
Pertanyakan Zulkifli, PPP: PAN Tak Hadir di Rapat KUHP Soal LGBT Arsul Sani (Foto: Gibran/detikcom)
Jakarta - PPP mempertanyakan pernyataan Ketua MPR yang juga Ketum PAN, Zulkifli Hasan terkait sikap fraksi di DPR soal LGBT. PAN disebut tidak hadir di rapat terakhir RUU KUHP soal LGBT.

Hal itu disampaikan oleh anggota Panitia Kerja (Panja), RUU KUHP dari Fraksi PPP, Arsul Sani. Dia menjelaskan bahwa soal LGBT ini masuk dalam pembahasan RUU KUHP dan kini sedang dibahas untuk adanya perluasan cakupan tentang perbuatan cabul.



Arsul mengungkapkan dalam konsep awal RUU KUHP dari pemerintah, perbuatan cabul oleh LBGT atau sesama jenis hanya dipidana kalau dilakukan terhadap orang di bawah umur 18 tahun. Cakupan itu diminta diperluas, di antaranya oleh PPP dan PKS.

"Dalam rapat di tingkat Panja ini, enam fraksi lain setuju dengan usulan perluasan FPPP dan FPKS ini. Keenam fraksi tersebut: Golkar, Nasdem, PKB, Demokrat, Gerindra dan PDIP. Sedangkan PAN dan Hanura tidak hadir dalam rapat Panja tersebut," papar Arsul kepada wartawan, Minggu (21/1/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, Firman Soebagyo menjelaskan perihal RUU LGBT yang ditolak untuk masuk Prolegnas. Menurut Firman, keputusan itu ada dari hampir semua fraksi.

"Sampai sekarang DPR RI belum pernah membahas RUU tersebut bahkan hampir semua fraksi menolak untuk dimasukan dalam daftar prolegnas baik prolegnas prioritas maupun prolegnas jangka menengah," ungkap Firman yang merupakan politikus Golkar ini.



Sebelumnya diberitakan, pernyataan Zulkifli ini saat menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di hadapan ratusan peserta Tanwir Aisyiah di kampus Universitas Muhammadiyah (UM), Sabtu (20/1/2018). Berikut isi pernyataan Zulkifli berdasarkan video yang diperoleh:

Kalau jaman dulu nilai-nilai begitu diagungkan, akhalkul karimah. Ibu ibu sekarang ini masyaallah. Bahkan sekarang di DPR lagi ramai soal LGBT. Dulu di kampung saya, orang selingkuh itu aib. Sekarang ini minta diakui oleh negara, laki-laki pacaran sama laki-laki. Coba bayangkan. Dan dalam keadaan itulah, lama-lama juga diam. Perempuan boleh sama perempuan. Di DPR, keputusan MK kemarin ada UU pornografi lagi dibahas soal ini. Bayangkan ibu-ibu, sudah ada 5 partai yang nggak apa-apa. Lima, lima.

[Gambas:Video 20detik]




(imk/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed