DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 19:51 WIB

Bocah Pencari Suaka yang Kakinya Patah Ikut Telantar di Trotoar

Arief Ikhsanudin - detikNews
Bocah Pencari Suaka yang Kakinya Patah Ikut Telantar di Trotoar Kondisi bocah Sami, anak pencari suaka yang telantar di trotoar Jakarta Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Jakarta - Dari sekian banyak anak pencari suaka yang telantar di trotoar di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta, sosok bocah pria bernama Sami (2 tahun) paling mencuri perhatian. Kakinya ternyata sempat patah saat terjadi konflik di Sudan.

detikcom melihat Sami di antara sejumlah pengungsi di trotoar di depan Rudenim Jakarta, Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (19/1/2018) sore. Sami sedang bermain bersama dengan kakaknya, Rami (9).

Sami bermain merangkak di atas kasur lipat dan beberapa bantal pemberian warga yang iba. Kaki Sami, bagian lutut hingga paha atasnya tampak dibalut perban warna cokelat.


Jika cuaca sedang hujan atau panas, terpal sederhana dipasang ayah Sami, Amier (35) serta ibunya, Masara (30), sebagai tenda. Masara pun selalu menemani Sami tidur di tenda itu di tengah bisingnya suara kendaraan yang berlalu-lalang.

Kondisi bocah Sami, anak pencari suaka yang telantar di trotoar JakartaKondisi bocah Sami, anak pencari suaka yang telantar di trotoar Jakarta Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom

Masara menceritakan, kaki kiri Sami memang mengalami masalah. Meski bisa berjalan, gerakan Sami tidak selincah anak-anak lainnya. Kaki Sami ternyata sempat patah saat terjadi kekacauan di Sudan. Menurutnya, kaki Sami dipukul oleh aparat.


"Pas saya gendong, ada aparat yang pukul. Kejadian itu terjadi sekitar satu tahun yang lalu," kata Masara kepada detikcom.

Menurut Masara, kejadian itu sempat mengakibatkan Sami tidak bisa berjalan selama tujuh bulan. Setelah itu, Sami bisa berjalan namun jadi tidak normal hingga sekarang.

Masara menceritakan, dirinya dan keluarganya memutuskan pergi mencari suaka sembilan bulan lalu karena konflik yang tidak berkesudahan di Sudan. Nasib mereka tidak pernah jelas hingga akhirnya telantar di trotoar di depan Rudenim Jakarta.



Kondisi bocah Sami, anak pencari suaka yang telantar di trotoar JakartaKondisi bocah Sami, anak pencari suaka yang telantar di trotoar Jakarta Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom

"Melalui Arab Saudi, saya terbang ke Indonesia. Kemudian sempat di Bogor. Hingga akhir ke sini (trotoar di depan Rudenim Jakarta) sekitar tiga bulan lalu," kata Masara.

Masara bersyukur saat ini anaknya tidak lagi pernah menangis karena kondisi kakinya. Menurutnya, pernah ada dokter yang datang dan memberi perban di kaki Sami. Meski begitu, dia ingin sekali kaki anaknya dirawat agar sembuh seperti sediakala.


"Dicek dokter itu sekitar dua bulan lalu. Tidak dilakukan operasi dokter. Namun hanya dilakukan itu (diperban). Pertumbuhan kakinya agak bermasalah. Saya inginnya dia bisa dilakukan tindakan medis, dilihat bagaimana kondisinya," ucap Masara.

Malam ini, Masara, Sami dan para pencari suaka lainnya tetap tidur di trotoar. Hampir setiap hari sering hujan. Mereka pun tidak lagi memiliki uang. Hidup mereka selama ini hanya bergantung pada warga dan pengendara yang iba.


(hri/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed