DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 03:47 WIB

Tolak Ikut Sipol, Hanura Walk Out di Rapat Komisi II-KPU

Tsarina Maharani - detikNews
Tolak Ikut Sipol, Hanura Walk Out di Rapat Komisi II-KPU Rapat Komisi II DPR dengan KPU (Foto: Yayas/detikcom)
Jakarta - Rapat antara Komisi II DPR dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) membahas verifikasi parpol berlangsung alot. Perdebatan terjadi saat pembahasan pengakomodiran partai yang tengah bersengketa.

Rapat yang digelar hingga Jumat (19/1/2018) dini hari di Gedung DPR, Senayan, Jakarta itu pun sempat diwarnai aksi walk out. Anggota Komisi II DPR dari F-Hanura, Rufinus Hutauruk, tidak setuju untuk mengikuti verifikasi administrasi melalui sistem informasi partai politik (Sipol) yang ditetapkan KPU pada 28-30 Januari 2018.

"Apakah diberikan ruang agar dalam konteks verifikasi diberikan ruang Sipolnya tidak berubah?" tanya Rufinus pada Ketua KPU Arief Budiman.


Arief pun sempat menjawab pertanyaan yang dilemparkan Rufinus. Namun, kemudian Rufinus menyela jawaban Arief dengan pertanyaan serupa.

"Yang jelas aja. Tadi statement dari saya mengatakan bahwa Hanura sedang konflik. Pertanyaannya adalah verifikasi Sipol bisa tetap seperti itu atau akan diulang sesuai struktur baru atau tidak," ulangnya.

Menanggapi hal tersebut, Arief menyatakan KPU tidak dapat mengakomodir kenginan F-Hanura. Sebab, sesuai dengan ketentuan di dalam PKPU dan UU Partai Politik, verifikasi parpol dilakukan terhadap parpol yang memegang SK Kementerian Hukum dan HAM terbaru.

"KPU tetap pada kesepakatan awal mengenai verifikasi faktual yang mengacu pda UU Pemilu dan putusan Mahkamah Konstitusi. Jadi selebihnya kami tidak bisa mengakomodir," ucap Arief.

"Jadi, sepanjang tidak ada perbuhan maka KPU tetap pada data yang terinput dalam Sipol. Tapi, jika ada perubahan maka KPU akan memverifikasi kepengurusan yang baru sesuai dengan SK Kementerian Hukum dan HAM yang terbaru," sambungnya.


Merasa keinginan partainya tak terakomodasi, Rufinus memutuskan untuk walk out. Ia sempat menyampaikan permohonan maaf dan keluar dari ruang rapat Komisi II DPR.

"Maka saya minta maaf. Saya memutuskan untuk walk out dari forum ini. Dan apabila ada fraksi yang tidak setuju, saya mohon untuk ikut bersama-sama walkout," ujar Rufinus.


Partai Hanura saat ini memang tengah terbagi menjadi dua kubu. Kubu 'Ambhara' memecat Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dari jabatannya. Kubu 'Ambhara' pun telah menggelar munaslub dan menetapkan Marsdya (Purn) Daryatmo sebagai ketum Partai Hanura yang baru.

Sementara itu, kubu 'Manhattan' tak mengakui keputusan tersebut. Mereka menyatakan munaslub yang dilakukan kubu 'Ambhara' sebagai kegiatan ilegal.
(ams/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed