Respons Cepat Pemprov DKI soal Ambruknya Selasar BEI

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 16 Jan 2018 08:33 WIB
Anies Kunjungi Lokasi Ambruknya Selasar Tower II BEI (Foto: Mei Amelia/ detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta merespons cepat kejadian ambruknya selasar Tower II gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung meminta jajarannya memeriksa dokumen gedung.

Pada Senin (15/1) sore, Anies mengunjungi lokasi dengan didampingi sejumlah staf. Ia mengenakan pakaian dinas.

Anies mengungkapkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) akan habis bulan ini. Kelaikan gedung dicek terakhir kali oleh Pemprov DKI pada Mei 2017.

"Inspeksi dilakukan, izin terakhir itu keluar di situ. SLF-nya itu berlaku sementara dan akan berakhir pada tanggal 25 Januari 2018. Jadi 10 hari dari sekarang," kata Anies saat jumpa pers di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/1) kemarin.


Anies mengatakan hasil inspeksi dinyatakan gedung tersebut memenuhi standar. Hingga kemudian, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI memberikan rekomendasi penerbitan SLF.

"Secara umum gedung tidak ada permasalahan. Dan digarisbawahi di situ bahwa surat ini layak, SLF ya, di sini ada, sertifikat laik fungsinya itu di dalam rekomendasi teknis oleh Dinas Penataan Kota. Dikatakan bahwa diberikan rekomendasi untuk penerbitan perpanjangan sertifikat laik fungsi di PTSP dengan catatan bahwa rekomendasi teknis ini hanya menyatakan kelaikan fungsi bangunan," papar Anies.

Terkait peristiwa tersebut, Anies menyebut tim laboratorium forensik dari Mabes Polri telah melakukan penyelidikan di lokasi terkait ambruknya selasar tersebut. Setelah semuanya selesai, tim dari pemadam kebakaran akan melakukan pembersihan.

Selain Pemprov DKI, Anies mengungkapkan pemilik gedung bersama pelaksana konstruksi gedung tersebut akan melakukan audit.


"Dan saya sampaikan mulai audit malam ini sehingga kegiatan bursa efek tidak terganggu, karena besok di sini akan ada event khusus dan kita tidak ingin wajah Indonesia terganggu dengan kejadian ini. Tadi Pak Direktur menyampaikan pasar, itu pun (naik) dengan angka 12 poin dan kejadian ini tidak terpengaruh dengan kegiatan saham," imbuhnya.

Anies menjelaskan, dalam Sertifikat Laik Fungsi (SLF) gedung, ada periodenya. Masa berlaku SLF Tower II BEI sendiri akan habis pada 25 Januari 2018. Karena itu, dia ingin agar dilakukan audit untuk memastikan keamanan.

"Jadi SLF semua gedung itu ada periodenya, ada pemantauan, dan khusus untuk gedung ini itu saya tadi minta untuk dilakukan audit dan saya minta dilakukan segera malam ini, karena besok akan ada kegiatan pasar, jadi harus jalan terus," kata Anies saat mendatangi RS MRCCC Siloam, Semanggi, Jakarta, Senin (15/1/2018).


"Jadi jangan sampai kondisi gedungnya membuat khawatir tentang bursa efek di Jakarta. Jadi diaudit dan kita akan pastikan semua gedung-gedung SLF-nya dalam kondisi yang valid," sambungnya.

Anies mengatakan audit nantinya tidak hanya dilakukan untuk gedung BEI, tapi juga untuk gedung-gedung lainnya di Jakarta. Dia ingin memastikan keamanan seluruh gedung di Jakarta terjamin.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemprov DKI akan segera membentuk satgas gabungan untuk mengusut penyebab ambruknya selasar di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Tower II. Satgas tersebut akan melibatkan pemilik gedung dengan Pemprov DKI.

"Ada (tim pengusut) harusnya nanti semacam satgas pemilik yang melibatkan pemilik gedung, akademisi, Pemprov juga nanti terlibat," kata Wagub DKI Sandiaga Uno di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).

Sandiaga mengatakan sama sekali tak menduga jatuhnya gedung BEI tersebut. Menurutnya, hal tersebut murni musibah.


"Saya hari pertama buka perdagangan BEI ada saya dengan Wapres. Saya lihat sendiri suasana di sana nggak ada kecurigaan sama sekali. Musibah bisa datang kapan saja dan di mana saja," terangnya.

Di sisi lain, Direktur Cushman & Wakefield Indonesia Farida Rihadi menjelaskan, pihaknya rutin mengurus Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Bangunan Gedung setiap tahunnya. Sehingga dia memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan berkala.


"Pemeriksaan berkala, karena gedung kan setiap tahun izin SLF. Untuk perpanjang izin SLF untuk kelayakan gedung," tuturnya di Gedung BEI Jakarta, Senin (15/1) kemarin.

Farida menjelaskan, pihaknya rutin mengurus SLF yang keluar setiap Mei. Sehingga saat ini gedung yang sudah beroperasi sejak 1998, masih layak fungsi.

"Kita memenuhi setiap persyaratan yang ada. Tidak menyalahi aturan, tidak mungkin untuk kelas ini kita salahi aturan," imbuhnya.

Farida juga mengaku belum memperhitungkan kerugian yang ditimbulkan atas kejadian tersebut.


Data terakhir, polisi menyebut ada 72 orang yang menjadi korban robohnya selasar di gedung BEI Tower II. Para korban dirawat di 4 rumah sakit, yakni RSAL Mintohardjo, RS MRCCC Siloam, RSPP Pertamina, dan RS Jakarta.

Di RS MRCCC Siloam sendiri ada 28 korban yang dirawat. Sebanyak 5 orang sudah diperbolehkan pulang, kemudian sisanya, 23 orang, dirawat inap. Ada 7 orang yang harus menjalani operasi. (yld/jbr)