"Concern kami Pemda, itu bagaimana melindungi para korban dan keluarga, baik tindakan medis yang sudah kita lakukan dan psikologi yang sampai hari ini pun masih kita lakukan, terlebih dari pada itu penegakan hukumnya sudah kami serahkan pada pihak kepolisian," kata Zaki setelah menggelar pertemuan bersama KPAI di kantor Bupati Tangerang, Jalan H Somawinata, Tangerang, Selasa (9/1/2018).
Dia mengatakan Pemkab Tangerang akan menyebarkan informasi tentang pelecehan seksual kepada masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat.
"Tahap pertama adalah penyampaian informasi terlebih dahulu. Apa sih kategori pelecehan seksual, apa sih kategori perdagangan manusia, apa sih kategori tindakan yang juga melanggar hukum, ini yang perlu kita sampaian secara masif ke bawah," ujarnya.
Zaki juga mengajak peran serta masyarakat mencegah kasus sodomi Babeh terulang. Ia berharap anak-anak yang menjadi korban Babeh tidak dicemooh di lingkungannya.
"Makanya jangan ikut mem-bully juga yang lainnya, kita juga nanti sudah disampaikan kepada camat, nanti kepala desa juga di bawah, mungkin RT-RW-nya untuk menyampaikan kepada lingkungan agar tidak melakukan olok-olok, ejekan, atau bully terhadap para korban," pungkasnya.
Dalam aksinya, Babeh mengiming-imingi korban akan diberikan ajian semar mesem. Dia juga menyuruh korban menelan gotri atau biji logam agar bisa mendapat ilmu kebal. (abw/ams)











































