Ditanya soal Sangkaan Baru Gratifikasi, Bupati Nganjuk Bungkam

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 19 Des 2017 13:50 WIB
Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - KPK menjerat Taufiqurrahman dengan sangkaan baru, yaitu penerimaan gratifikasi. Namun Bupati Nganjuk nonaktif itu enggan menanggapinya.

Dari pantauan, Selasa (19/12/2017), Taufiqurrahman hanya menyampaikan salam selepas menjalani pemeriksaan di KPK. Terkait pertanyaan lainnya, dia hanya diam dan langsung masuk ke mobil tahanan.


Untuk pemeriksaan hari ini, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut Taufiqurrahman menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Perkara yang diusut terkait suap mutasi dan promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Selain Taufiqurrahman, penyidik KPK memeriksa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar dan Kabag Umum RSUD Kabupaten Nganjuk Mokhammad Bisri. Keduanya pun telah berstatus tersangka.


Perkara tersebut terbongkar dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Oktober lalu. Kemudian pada minggu lalu, KPK menjerat Taufiqurrahman dengan sangkaan baru, yaitu gratifikasi.

Dia diduga menerima gratifikasi senilai Rp 2 miliar dari dua rekanan kontraktor di Nganjuk. KPK pun telah menyita harta kekayaan Taufiqurrahman, termasuk 1 mobil Jeep Wrangler. (HSF/dhn)