DetikNews
Sabtu 25 November 2017, 09:28 WIB

ICW: Kalau Polri Tak Mampu, Serahkan Kasus Novel ke TGPF

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
ICW: Kalau Polri Tak Mampu, Serahkan Kasus Novel ke TGPF Novel Baswedan (Dhani Irawan/detikcom)
Jakarta - Kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan memasuki hari ke-228, namun hingga kini pelaku belum juga ditangkap. Peneliti hukum ICW Lalola Ester mengatakan satu-satunya cara menuntaskan kasus tersebut hanya dengan dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) oleh Presiden.

"Kalau misalnya memang polisi nggak mampu (menyelesaikan), kasih saja, yang bikin TGPF Presiden, gitu. Soalnya lama banget, ini kan sudah 7 bulan, sudah mau delapan bulan juga," kata Lalola saat dihubungi detikcom, Jumat (24/11/2017).

"Maksudnya ini hitungannya bukan kasus yang rumit ya. Justru kalau misalnya kepolisian nggak menyelesaikan ini, justru membuat publik jadi bertanya-tanya, kenapa kok polisi bisa sampai nggak mampu menyelesaikan perkara semudah ini," imbuhnya.

Lalola menyebut pembentukan TGPF solusi untuk menuntaskan kasus Novel. Menurutnya, polisi seolah tidak memiliki niat baik untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Rasanya bukan karena nggak mampu, tapi karena nggak mau. Jadi dalam konteks itu, ya sudah, mending Presiden ambil langkah konkret, langsung saja bentuk TPGF gitu kalau memang mau sama-sama menyelesaikan penyerangan terhadap Novel ini. (Hanya itu satu-satunya cara) karena memang kita nggak lihat ada niat baik dari kepolisian untuk menyelesaikan ini," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo merasa pembentukan TGPF terkait teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan belum terlalu diperlukan. Pertimbangannya, Agus melihat keseriusan Polda Metro Jaya mengusut kasus itu.

"Jadi, kalau yang seperti ini dijelaskan kepada beberapa prominence person kemudian juga mereka bisa memahami apa yang telah dilakukan. Jadi belum waktunya kita bilang (soal TGPF). Tapi hasilnya sudah mendapatkan titik terang walau masih harus bekerja keras," kata Agus dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).


Yang terbaru, polisi telah merilis dua sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu. Sketsa wajah ini, disebut Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz, merupakan hasil kerja sama dengan serta bantuan dari Australian Federal Police (AFP) serta Inafis Mabes Polri.

Tak hanya itu, kepolisian juga mengerahkan 167 personelnya untuk mengusut kasus teror ke Novel Baswedan. Polisi juga kembali menggandeng KPK untuk menuntaskan kasus Novel.
(yas/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed