DetikNews
Jumat 24 November 2017, 07:52 WIB

Kebut Penyidikan, dari Istri hingga Anak Setya Novanto di Radar KPK

Dhani Irawan - detikNews
Kebut Penyidikan, dari Istri hingga Anak Setya Novanto di Radar KPK Foto: Faiq Hidayat/detikcom
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Jakarta - Satu per satu orang terdekat Setya Novanto dipanggil penyidik KPK. Mulai dari kolega hingga istri dan anak Novanto dimintai keterangan.


KPK tengah fokus memproses penyidikan Novanto terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Ini merupakan kali kedua, Novanto dijerat KPK sebagai tersangka.


Para saksi itu dipanggil satu per satu sejak Novanto ditahan di rumah tahanan (rutan) Klas I Jakarta Timur cabang KPK pada 19 November malam.


Berikut para saksi yang dipanggil KPK:

1. Deisti Astriani Tagor

Istri Novanto itu dicecar penyidik KPK terkait saham di PT Mondialindo Graha Perdana dan PT Murakabi Sejahtera. Kedua perusahaan tersebut muncul dalam investigasi kasus e-KTP yang dilakukan KPK.

"Tentu itu perlu kami dalami lebih lanjut siapa saja pemiliknya, bagaimana proses peralihannya dan jika ada saham-saham, bagaimana proses peralihan dan jual-beli saham itu," ucap Kabiro Humas Febri Diansyah di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/11).

Deisti diketahui merupakan mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana. Dalam fakta persidangan terungkap, PT Mondialindo Graha Perdana mempunyai saham di PT Murakabi Sejahtera.

Murakabi disebut terlibat dalam Tim Fatmawati yang terbagi dalam tiga tim lagi. Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, merupakan mantan Dirut PT Murakabi Sejahtera.

2. Rheza Herwindo

Anak sulung Novanto itu dipanggil pada 23 November 2017. Namun Rheza mangkir tanpa kejelasan.

Padahal peran Rheza hendak ditelisik penyidik KPK berkaitan dengan PT Mondialindo, sama seperti Deisti. PT Mondialindo disebut pernah berganti kepemilikan saham, mulai Irvanto Hendra Pambudi, Rheza Herwindo, dan Deisti.

"Saya kira beberapa nama itu sudah kami periksa dan juga kami melakukan pemeriksaan terhadap notaris yang kami pandang memiliki informasi terkait dengan proses pembuatan akta-akta perusahaan. Jadi itu kami dalami lebih lanjut," tutur Febri.

3. Dwina Michaela

Tak hanya istri dan anak sulung Novanto, putrinya pun tak lepas dari bidikan KPK. Dwina diketahui pernah menjadi komisaris perusahaan yang mengikuti lelang proyek e-KTP. Hal itu terungkap dari pertanyaan jaksa KPK dalam sidang.

"Saksi kenal dengan yang bernama Dwina Michaela?" tanya jaksa KPK kepada Novanto dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/11).

"Iya kenal, Pak. Anak saya itu, Pak," jawab Novanto.

Kemudian, jaksa mengonfirmasi tentang informasi bila Dwina pernah menjadi Komisaris PT Murakabi Sejahtera. Novanto mengaku tak tahu.

"Apakah saksi tahu Dwina Michaela ini pernah jadi Komisaris di PT Murakabi Sejahtera?" tanya jaksa.

"Tidak tahu pak," ucap Novanto.

4. Made Oka Masagung

Pengusaha Made Oka Masagung termasuk salah satu saksi yang cukup sering dipanggil KPK terkait Novanto. Dia mengaku mengenal dekat Novanto saat di PT Gunung Agung. Saat itu, Novanto menjabat salah satu direktur dan dirinya menjabat komisaris.

"Waktu dia (Novanto) menjabat Direktur PT Gunung Agung," kata Made Oka saat sidang e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Jumat (10/11).

5. Ade Komarudin

Politikus senior Partai Golkar yang kerap disapa Akom ini pernah diperiksa KPK terkait kasus korupsi e-KTP sejak sebelum Novanto menjadi tersangka. Kini dia dipanggil KPK lagi.

Saat diperiksa KPK pada 22 November, menurutnya, keterangan yang disampaikan kepada penyidik KPK tak jauh berbeda dari yang sudah-sudah. Akom hanya menyebut keterangannya itu untuk 2 tersangka berbeda, yaitu Novanto dan Anang Sugiana Sudihardjo.

"Jadi tersangka berbeda-beda dan saya harus siap membantu pemberantasan korupsi KPK. Saya concern membantunya tadi saya diminta untuk memberikan (keterangan) sebagai saksi Pak Nov dan Pak Anang, yang dulu 2, sekarang 2," ucap Akom.

"Saya jelaskan hal yang sama, makanya tidak lama keterangan berubah sama dengan seperti yang dulu," imbuh Akom.

6. Damayanti

Selain dari kalangan kolega dan keluarga, KPK juga memanggil Plt Sekjen DPR Damayanti. Dia mengaku dimintai konfirmasi penyidik KPK soal surat izin pemeriksaan Novanto.

"Masalah berkas administrasi saja. Terkait SK (surat keputusan penempatan komisi) dan lain-lain," kata Damayanti di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (22/11).

Selain itu, Damayanti mengaku ditanyai soal surat keputusan penempatan anggota DPR di komisi. "SK yang penempatan komisi, gitu saja," kata Damayanti.

7. Nining Indra Shaleh

Tak hanya Plt, mantan Sekjen DPR pun diperiksa KPK. Adalah Nining Indra Shaleh yang ditanyai penyidik KPK soal Novanto.

Nining mengaku saat diperiksa penyidik KPK ditanya seputar masalah administrasi di DPR. Dia juga ditanya seputar tugas Kesekjenan DPR.

"Seputar administrasi dan kesekjenan," ucap Nining.
(dha/aan)
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed