"Nggak, dia nggak pernah (ceritakan KDRT yang dialaminya), dia tertutup tapi kan bisa dilihat dari raut muka stres itu pasti ada," kata kakak kandung Letty, Afifi Bahtiar, di kediaman Letty, Jalan Sunan Ampel, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017).
Afifi sebagai kakak mengaku prihatin atas kondisi adiknya itu. Dia pun sempat menyarankan adiknya itu berpisah dengan Helmi.
"Kita sudah beri saran waktu itu, tapi kalau nggak mau ya sudah, kan masih banyak laki-laki lain, dia juga kan masih muda," kenangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Afifi mengatakan Letty tak pernah mengaku dipukuli suaminya. Malah dia baru tahu soal memar KDRT itu dari foto Letty di grup WhatsApp (WA) keluarganya.
"Saya kan nggak tinggal di Jakarta, tapi saya pernah dengar sering memar itu, pas ditanya katanya jatuh. Ya kita pikir benar jatuh, pas lama-lama kita lihat itu terakhir itu kemarin dia ke dokter, ada grup WA keluarga di foto itu memar semua (kaki dan tangan) ya sudah saya sarankan proses saja lapor ke polisi," tutur Afifi.
"Dan dia minta jangan proses hukum, cerai sajalah, tapi saya maunya proses hukum gitu supaya jera dan adik saya nggak mau," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Letty tewas ditembak sebanyak 6 kali saat sedang berpraktik di Azzahra Medical Center, Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, sekitar pukul 14.30 WIB tadi. Letty pun tewas seketika di lokasi kejadian akibat tembakan membabi buta Helmi itu.
Penembakan tersebut dipicu gugatan cerai yang diajukan Letty. Sang istri merasa tidak kuat atas kekerasan yang dilakukan suaminya itu hingga akhirnya menggugat cerai.
Jenazah Letty kemudian dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. (yas/ams)











































