"Kita jangan terlalu berspekulasi terlalu jauh. Kita ingin hadirkan aksesibilitas untuk seluruh warga Jakarta karena jalan raya didesain untuk seluruh kendaraan, tidak ada diskriminasi," kata Sandiaga saat ditanya seputar pencabutan kebijakan larangan motor di Lippo Karawaci, Tangerang, Kamis (9/11/2017).
Menurut dia, yang bermasalah adalah kesemrawutan Jakarta. "Perilaku pengendara, bukan hanya roda dua, roda empat juga. Roda empat banyak yang menerobos busway. Jadi kita semua harus berbasis data. Jadi kita lihat dulu datanya. Kata Pak Anies, harus dikaji dan harus dilihat dulu desain daripada trotoarnya, tapi yang ingin kita hadirkan kembali adalah rasa keadilan, equalities, sekarang kan kita melihat banyak inequlities, ketimpangan yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, yang blangsak makin blangsak," papar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga mengaku belum akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan ganjil-genap. Dia mengaku saat ini tengah memprioritaskan persiapan menjelang gelaran Asian Games 2018.
"Kalau yang ganjil-genap kita akan lihat , apa efektivitasnya. Tapi menurut saya, itu bukan prioritas, yang prioritas sekarang adalah penyiapan untuk Asian Games. Supaya kita punya jalan-jalan protokol itu rapi, walkable, ramah untuk pedestrian," sebutnya. (aan/tor)










































