Pantauan detikcom, Sabtu (21/10/2017), antrean e-KTP membeludak hingga ke luar tenda pameran Nusantara Ekspo dan forum di TMII.
Warga sudah antre sejak pagi. (Edward Febriyatri/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar pengumuman itu, warga langsung menyerbu stan pengumpulan suket. "Kalau di sini infonya langsung jadi, sudah gitu ini dari Kemendagri langsung. Kalau melalui kelurahan takutnya lama lagi, karena nunggu blangko," ujar warga Pekayon, Meli (41).
"Sudah ngurus di kelurahan digantinya suket. Udah beberapa kali ditanya bilangnya blangko habis," ujar Meli, yang e-KTP miliknya hilang setelah kecopetan.
Sementara itu, Pupun Purwarna (56), warga Jakarta Timur, mengeluhkan proses percetakan e-KTP yang berbelit-belit. "Sudah menunggu ke sana, disuruh ke sini. Sekarang, kami nunggu nggak ada penjelasan lagi," kata Pupun.
Warga menyerahkan surat keterangan dan e-KTP bisa diambil keesokan harinya. (Edward Febriyatri/detikcom) |
Pupun mengaku kedatangannya untuk mengambil e-KTP yang telah diurusnya pada Jumat, 20 Oktober 2017.
"Ya harusnya jangan begini. Kalau mau kenapa tidak masyarakat yang datang tidak diberikan blangkonya aja, lalu tinggal cetak di kelurahan masing-masing. Kalau begini kami harus ngantre panjang, panas-panasan belum lagi keluar uang karena masuk ke TMII," ungkap dia. (aan/imk)












































Warga sudah antre sejak pagi. (Edward Febriyatri/detikcom)
Warga menyerahkan surat keterangan dan e-KTP bisa diambil keesokan harinya. (Edward Febriyatri/detikcom)