Sekolah di Depok Ini Putar G30S/PKI, Dibimbing Guru Sejarah

Sekolah di Depok Ini Putar G30S/PKI, Dibimbing Guru Sejarah

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Rabu, 20 Sep 2017 18:35 WIB
Sekolah di Depok Ini Putar G30S/PKI, Dibimbing Guru Sejarah
Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom
Depok - Sejumlah sekolah di Depok, Jabar, rencananya akan memutar film G30S/PKI. Nobar ini akan ditonton siswa SMK, SMP, dan dibuka untuk umum.

"Iya betul sekali, kita memang sudah rencana malam ini, tepatnya jam 21.00 WIB malam, kita mulai pemutaran. Tetapi didahului acara yang berkaitan dengan Muharam," ujar Wakil Kepala SMP 8 Muhammadiyah sekaligus staf guru SMK 1 Muhammadiyah Depok, Dede Gunawan, kepada detikcom di kompleks sekolah, Rabu (20/9/2017)

Acara pemutaran film G30S/PKI nanti dimulai dengan perlombaan pidato di pagi hari, diteruskan lomba membaca Alquran dan pensi. Pemutaran film tersebut akan berlangsung pada pukul 21.00 WIB, selanjutnya digelar muhasabah dan salat subuh, kemudian dilanjutkan kuliah subuh hingga menjelang waktu duha.

Sekolah di Depok Ini Putar G30S/PKI, Dibimbing Guru SejarahFoto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom
"Kita bukan serta-merta nonton, tapi kita luruskan nah nanti akan dijelaskan saat pemutaran film oleh guru sejarah. Nanti akan diluruskan mana yang kurang pas dan lebih pas. Diluruskan dalam artian informasinya ada yang kurang tepat," ujar Dede.

Dede menjelaskan pemutaran film akan ditonton siswa SMK sebanyak 48 orang dan siswa SMP 15 orang. Untuk pemutaran film sendiri nantinya akan dijeda dan dijelaskan oleh guru sejarah, tidak hanya memutarkan film.

Pemutaran film tersebut akan didampingi guru SMK sebanyak 15 orang, termasuk Kepala SMK Muhammadiyah 1 Depok. Dede juga menjelaskan mengenai adegan kekerasan dalam film tersebut. Sebagaimana diketahui, KPAI mengimbau sekolah tidak menayangkan film tersebut karena mengandung unsur kekerasan.

"Memang kita juga sudah mempelajari beberapa statement, termasuk ahli sejarah, salah satunya memang ada unsur kekerasan. Tapi itu boleh dibilang unsur kekerasan itu bisa subjektif bisa objektif kayak film 'Transformer' itu kekerasan kalau dilihat. Mungkin itu salah satu cara sutradara untuk menggambarkan kejadian itu mungkin sudah dianalisa juga. Intinya, kita tetap dampingi dan nanti saat ada adegan kekerasan pendampingan itu bisa bicara (dijelaskan oleh guru sejarah)," tutur Dede.

[Gambas:Video 20detik]

(fjp/fjp)


Berita Terkait