detikNews
Selasa 19 September 2017, 12:11 WIB

3 Anggota Bang Japar Sempat Ditahan Terkait Pengepungan LBH Jakarta

Jabbar Ramdhani - detikNews
3 Anggota Bang Japar Sempat Ditahan Terkait Pengepungan LBH Jakarta Kondisi pascarusuh di LBH Jakarta (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bang Jawara dan Pengacara (Japar) Djudju Purwantoro mengatakan sempat ada tiga anggotanya yang ditahan oleh pihak kepolisian. Mereka ditangkap polisi saat akan pulang ke rumahnya.

"Pada saat mereka mau pulang, saat akan dilakukan evakuasi (orang dari dalam LBH Jakarta), ada anggota Bang Japar yang dibawa (polisi) padahal mau pulang," kata Djudju kepada detikcom, Selasa (19/9/2017).


Mendapat kabar tersebut, dia lalu datang ke Polda Metro Jaya. Djudju menerangkan anggotanya tak ada indikasi melakukan pelanggaran pidana.

Dia pun meminta kepada pihak kepolisian untuk melepaskan anggotanya jika tak ditemukan pelanggaran pidana. Djudju menyatakan anggotanya tak melakukan tindakan anarkis.

"Bicara Bang Japar, ini kan tidak ada korban, tidak ada anarkis. Tapi tetap dibawa 2-3 orang. Tapi tadi subuh sudah dikeluarkan," ujarnya.


"Tidak ada istilah Bang Japar menyerbu," sambung dia.

Djudju mengatakan Bang Japar mendatangi Kantor LBH Jakarta untuk memastikan acara yang berlangsung tak ada muatan komunisme. Sebab, acara yang sempat digelar pada Sabtu (16/9) sudah dibubarkan kepolisian.

"Kehadiran kita karena dengar dari teman-teman kegiatan itu masih berlangsung. Seharusnya, kami pikir, kepolisian harus tegas. Sabtu sore kan sudah dibubarkan. Tapi pada hari Minggu kembali digelar dengan peserta yang hampir sama," tuturnya.


Menurutnya, komunisme dan sejarah PKI hanya dibolehkan menjadi bahan kajian akademik di dalam kampus. Di luar kampus, menurutnya sudah tidak diperbolehkan pembahasan PKI.

Pada saat itu, pihak kepolisian bersama masyarakat bernegosiasi dengan pihak LBH Jakarta untuk dapat masuk ke dalam. Hasil negosiasi, pihak LBH Jakarta hanya memperkenankan Kapolres Jakarta Pusat dan Komandan Kodim Jakarta Pusat untuk masuk ke dalam.

Kapolres dan Dandim sudah memberikan penjelasan kepada massa tentang kegiatan di dalam LBH Jakarta. Tapi kondisi ini membuat massa tidak puas.


"Mereka hanya memperbolehkan perwakilan kepolisian saja untuk masuk. Jadi hanya diwakili kapolres dan dandim yang masuk ke dalam. Tapi mau bagaimana, masyarakat sudah tidak puas. Perwakilan masyarakat tidak dibolehkan? Jadi kan makin penasaran dan makin panas," tuturnya.

Mengenai kerusakan yang dialami oleh LBH Jakarta, Djudju mengatakan hal itu sebagai ekses. Menurutnya hal itu tak seharusnya terjadi ketika komunikasi antara massa dengan pihak LBH Jakarta tak buntu.

"Seharusnya ya (tak ada pengerusakan), tapi sepertinya tidak dapat dihindari karena terjadi kebuntuan komunikasi antara kita masyarakat dan mereka yang ada di dalam itu," ucap dia.
(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com