Begini Asal Muasal Patung RA Kartini Beraksara Asing di Monas

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Rabu, 16 Agu 2017 17:45 WIB
Patung RA Kartini bertulisan Jepang di Monas (Cici Marlina/detikcom)
Jakarta - Patung RA Kartini beraksara kanji di Monas ada kaitannya dengan hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Inilah ceritanya kenapa patung ini ada di Monas.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Monas, Sabdo Kurnianto mengungkapkan asal patung Kartini di Monas memiliki tulisan aksara Jepang. Menurutnya, patung tersebut adalah hadiah pemberian dari pemerintah Jepang.

BACA JUGA: Patung Kartini di Monas Beraksara Asing, Faktanya Mengejutkan

"Karena patung itu memang diberikan oleh pemerintah Jepang tahun 1980-an," kata Sabdo, saat dihubungi detikcom, Rabu (16/8/2017).

Sabdo menjelaskan, mengapa prasasti di samping patung tersebut baru ditandatangani oleh Gubernur Sutiyoso pada tahun 2005. Sebab, patung RA Kartini adalah salah satu patung yang dipindahkan dari daerah Menteng ke Monas.

Begini Asal Muasal Patung RA Kartini Beraksara Asing di MonasPatung RA Kartini di Monas (Cici Marlina/detikcom)
Dahulu, patung ini ada di Jl Diponegoro, antara Gedung Bapenas dan Taman Suropati. Posisi lamanya sudah digantikan patung Pangeran Diponegoro. Pemindahannya sekalian dengan peresmiannya.

"Itu kan patung dipindahin dari daerah Menteng. Patung Kartini, 2 patung kecil di samping kanan kirinya Kartini, itu anaknya, dipindahin dari Menteng," ucap Sabdo.

BACA JUGA: Aksara Asing di Patung RA Kartini, Apa Artinya?

Patung RA Kartini ada di dalam sisi timur Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Tulisan pada patung tersebut bukan hanya bahasa Indonesia, melainkan juga aksara Jepang.

Tulisan aksara asing ini yang dituding sebagai bentuk infiltrasi asing oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab. Patung Kartini beraksara asing lantas ramai dibahas sejumlah forum online.

detikcom memeriksa sendiri patung ini, di Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Aksara Jepang dimaksud terjemahannya adalah: Dipersembahkan Sebagai Lambang Persahabatan Antara Bangsa Indonesia dan Jepang'. Jadi tulisan ini bukanlah bentuk infiltrasi atau apapun fitnah yang dituduhkan itu

Di dekat patung itu ada prasasti batu peresmian patung tersebut dengan tanggal 20 Desember 2005. Prasasti ini ditandatangani oleh Gubernur Provinsi Ibukota DKI Jakarta, Sutiyoso kala itu, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yutaka Iimura. Tulisannya adalah 'Penempatan Kembali Patung Peringahan RA Kartini'. Ini klop dengan keterangan Sabdo, bahwa patung ini dipindahkan dari Menteng. (cim/fay)