Aksara Asing di Patung RA Kartini, Apa Artinya?

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Rabu, 16 Agu 2017 15:30 WIB
Aksara Jepang di bawah patung RA Kartini di Monas (Cici Marlina/detikcom)
Jakarta - Faktanya, patung pahlawan RA Kartini di Monas memiliki tulisan kanji Jepang. Kalau tahu artinya, pasti jadi paham kenapa ada tulisan Jepang di patung tersebut.

Patung Raden Ajeng (RA) Kartini ada di dalam sisi timur Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Tulisan pada patung tersebut bukan hanya bahasa Indonesia, melainkan juga aksara Jepang.

BACA JUGA: Patung Kartini di Monas Beraksara Asing, Faktanya Mengejutkan

Tulisan aksara asing ini yang dituding sebagai bentuk infiltrasi asing oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab. Patung Kartini beraksara asing lantas ramai dibahas sejumlah forum online.

detikcom memeriksa sendiri patung ini, di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017), sekitar pukul 13.35 WIB. Patung RA Kartini berdiri 1,4 meter (tidak termasuk tembok pedestal) menghadap selatan dengan tangan kiri di depan dada dan tangan kanan di samping pinggul.

Tulisan Kanji di Patung RA Kartini, Apa Artinya?Patung RA Kartini di sisi timur Monas dekat Stasiun Gambir (Cici Marlina/detikcom)
Terdapat dua patung kecil yang mendampingi patung RA Kartini setinggi 1,37 meter. Patung kecil tersebut satu berbentuk seperti wanita menari, dan satunya lagi nampak seperti wanita menggendong bayi.

Patung RA Kartini berdiri di atas kotak pedestal marmer bercorak dengan dominan berwarna abu-abu. Di dinding kotak tersebut, terdapat tulisan aksara Jepang di sisi Timur dan ada tulisan 'Patung Peringatan Raden Ajeng Kartini' di sisi Utara. Di sisi selatan tidak ada tulisan apa pun.

Apa sih arti tulisan itu? Terjemahan bahasa Indonesianya ada di sisi barat. Tulisannya adalah: Dipersembahkan Sebagai Lambang Persahabatan Antara Bangsa Indonesia dan Jepang'. Jadi tidak ada itu namanya sisi negatif yang dituduhkan itu.

Tulisan Kanji di Patung RA Kartini, Apa Artinya?Prasasti peresmian patung RA Kartini (Cici Marlina/detikcom)
Di dekat patung itu ada prasasti batu peresmian patung tersebut dengan tanggal 20 Desember 2005. Prasasti ini ditandatangani oleh Gubernur Provinsi Ibukota DKI Jakarta, Sutiyoso kala itu, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yutaka Iimura. Sayang prasastinya pecah.

Bangsa Jepang saja kagum dengan jasa RA Kartini. Kok ini tega betul ya, mereka yang nekat memfitnah patung ini dengan sentimen SARA. Lebih baik kita jalan-jalan saja ke Monas saat liburan hari Kemerdekaan RI biar makin kenal dengan RA Kartini! (fay/van)